<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ingin Demo Presiden di Gramedia, 50 Mahasiswa Ditahan Polisi</title>
	<atom:link href="http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/</link>
	<description>"Berjuang Untuk dan Bersama Rakyat"</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Nov 2009 16:21:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: DANIAL GMNI BOJONEGORO</title>
		<link>http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-78</link>
		<dc:creator>DANIAL GMNI BOJONEGORO</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 17:42:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-78</guid>
		<description>merdeka!gimana kabar kawan-kawan presidium?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>merdeka!gimana kabar kawan-kawan presidium?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Didiek Sersan</title>
		<link>http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-74</link>
		<dc:creator>Didiek Sersan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 18:54:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-74</guid>
		<description>Marhaen menang? Agar tak jadi sekadar slogan, segera bikin lokakarya rencana strategis 10 th - 20 th gmni. Agar jelas langkah apa saja yang diperlukan dalam memperjuangkan marhaen. Agar terang apa saja yang perlu direvisi dari kelakuan pembela kaum marhaen.

Didiek Sersan
Meulaboh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Marhaen menang? Agar tak jadi sekadar slogan, segera bikin lokakarya rencana strategis 10 th &#8211; 20 th gmni. Agar jelas langkah apa saja yang diperlukan dalam memperjuangkan marhaen. Agar terang apa saja yang perlu direvisi dari kelakuan pembela kaum marhaen.</p>
<p>Didiek Sersan<br />
Meulaboh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Andi - Batam</title>
		<link>http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-62</link>
		<dc:creator>Andi - Batam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 06:26:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-62</guid>
		<description>Maju trus Kawan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Udah saat bansa kita lepas dari trik2 penipuan para kaum yang ingin merusak bangsa kita.................Gmmni Batam kan trus mensport kegiatan presidium....................Stop sampai di sini aja kaum marhaen trus tertindas.....Marhaen Menang...........MERDEKA........................</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maju trus Kawan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!Udah saat bansa kita lepas dari trik2 penipuan para kaum yang ingin merusak bangsa kita&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Gmmni Batam kan trus mensport kegiatan presidium&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Stop sampai di sini aja kaum marhaen trus tertindas&#8230;..Marhaen Menang&#8230;&#8230;&#8230;..MERDEKA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: solindo</title>
		<link>http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-59</link>
		<dc:creator>solindo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 04:28:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-59</guid>
		<description>Merdeka !!!

Indonesia sama dengan cerita Tarzan dalam dongeng klasik yang kepemimpinanya didasarkan pada kekuatan fisik. Bedanya, Tarzan masih memiliki naluri kemanusiaan yang tinggi. Ini dibuktikan dengan sikapnya yang menghargai makhluk sesama penghuni alam semesta, berkawan dengan siapa saja tanpa memandang harkat dan martabat termasuk takdir. Bandingkan dengan Indonesia. Jangankan dengan makhluk ciptan tuhan lainnya. Sesama manusia pun sikap toleransi dan saling menghargai hampir tidak nampak sama sekali. Bahkan bangsa indonesia saling menjatuhkan satu sama lain.

Undang-undang dibuat hanya sebagai mesin politik guna menindas kaum minoritas dengan mengatasnamakan negara. Penyelesaian problematika masalah bangsa tidak melalui kedaulatan hukum, tetapi melalui jalur negosiasi politik yang cenderung parsial. Konsep negara hukum (rechstaat) yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dicederai oleh kepentingan sesaat. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dijadikan kambinghitam untuk mendapatkan simpati politik. Hukum ibarat kain usang yang sering ditambal sulam.

Hukum diciptakan untuk menciptakan ketentraman. Tetapi hukum juga bisa mengakibatkan pertikaian. Disparitas antara konsep hukum dan kekuasaan seringkali berujung pada anarkisme sosial yang permanen. Ironisnya, hukum yang seharusnya bisa menciptakan kestabilan sosial, justeru mengakibatkan kerusuhan sehingga mengakibatkan instabilitas nasional. Apa yang menurut penguasa hukum yang baik, menurut rakyat adalah hukum yang menindas. Hukum bisa berjalan pada koridornya jika tidak diintervensi oleh kepentingan politik. Tapi di Indonesia, hampir mustahil mengatakan tidak intervensi politik dalam pembuatan hukum.

Hukum yang dipraktekkan di Indonesia cenderung egois, hanya mendengarkan satu pihak dan mengabaikan suara dari pihak lain. Ini mengakibatkan hukum di Indonesia ibarat hukum rimba. Siapa kuat, maka dialah pemenangnya. Yang memiliki uang atau modal, maka dapat dipastikan, ia akan mampu membeli kedaulatan negara. Dalam doktrin kapitalisme “welcome to money”. Yang tidak mampu bersaing, perlahan-lahan akan tersingkir dan jatuh. Yang miskin akan selamanya melarat dan terinjak-injak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Merdeka !!!</p>
<p>Indonesia sama dengan cerita Tarzan dalam dongeng klasik yang kepemimpinanya didasarkan pada kekuatan fisik. Bedanya, Tarzan masih memiliki naluri kemanusiaan yang tinggi. Ini dibuktikan dengan sikapnya yang menghargai makhluk sesama penghuni alam semesta, berkawan dengan siapa saja tanpa memandang harkat dan martabat termasuk takdir. Bandingkan dengan Indonesia. Jangankan dengan makhluk ciptan tuhan lainnya. Sesama manusia pun sikap toleransi dan saling menghargai hampir tidak nampak sama sekali. Bahkan bangsa indonesia saling menjatuhkan satu sama lain.</p>
<p>Undang-undang dibuat hanya sebagai mesin politik guna menindas kaum minoritas dengan mengatasnamakan negara. Penyelesaian problematika masalah bangsa tidak melalui kedaulatan hukum, tetapi melalui jalur negosiasi politik yang cenderung parsial. Konsep negara hukum (rechstaat) yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia dicederai oleh kepentingan sesaat. Rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi dijadikan kambinghitam untuk mendapatkan simpati politik. Hukum ibarat kain usang yang sering ditambal sulam.</p>
<p>Hukum diciptakan untuk menciptakan ketentraman. Tetapi hukum juga bisa mengakibatkan pertikaian. Disparitas antara konsep hukum dan kekuasaan seringkali berujung pada anarkisme sosial yang permanen. Ironisnya, hukum yang seharusnya bisa menciptakan kestabilan sosial, justeru mengakibatkan kerusuhan sehingga mengakibatkan instabilitas nasional. Apa yang menurut penguasa hukum yang baik, menurut rakyat adalah hukum yang menindas. Hukum bisa berjalan pada koridornya jika tidak diintervensi oleh kepentingan politik. Tapi di Indonesia, hampir mustahil mengatakan tidak intervensi politik dalam pembuatan hukum.</p>
<p>Hukum yang dipraktekkan di Indonesia cenderung egois, hanya mendengarkan satu pihak dan mengabaikan suara dari pihak lain. Ini mengakibatkan hukum di Indonesia ibarat hukum rimba. Siapa kuat, maka dialah pemenangnya. Yang memiliki uang atau modal, maka dapat dipastikan, ia akan mampu membeli kedaulatan negara. Dalam doktrin kapitalisme “welcome to money”. Yang tidak mampu bersaing, perlahan-lahan akan tersingkir dan jatuh. Yang miskin akan selamanya melarat dan terinjak-injak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: GMNI_Jogja</title>
		<link>http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-57</link>
		<dc:creator>GMNI_Jogja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 17:49:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dedyrachmadi.wordpress.com/2008/02/10/ingin-demo-presiden-di-gramedia-50-mahasiswa-ditahan-polisi/#comment-57</guid>
		<description>Terus Maju kawan !!!
kekuasaan tiranik yang saat ini mulai kelihatan kembali tak akan mampu menghadang laju dari gerak kita. pemerintah yang berkuasa hari ini mulai lupa bahwa konsolidasi rakyat bagi terciptanya revolusi terus merangsek maju. pada waktunya yang tepat mereka akan tahu bahwa kebijakan-kebijakan mereka sama sekali tidak mencerminkan keinginan rakyat.

untuk bung dedy, kepemimpinan yang tegas, bersih, suci, dan berwibawa pada level nasional masih ditunggu oleh seluruh kawan-kawan seperjuangan. semoga bung dedy dan kawan-kawan presidium lainnya akan terus di beri kekuatan oleh yang maha kuasa untuk menjaga idealisme dan cita-cita suci perjuangan kita. 
Merdeka!!!
Marhaen Menang!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Terus Maju kawan !!!<br />
kekuasaan tiranik yang saat ini mulai kelihatan kembali tak akan mampu menghadang laju dari gerak kita. pemerintah yang berkuasa hari ini mulai lupa bahwa konsolidasi rakyat bagi terciptanya revolusi terus merangsek maju. pada waktunya yang tepat mereka akan tahu bahwa kebijakan-kebijakan mereka sama sekali tidak mencerminkan keinginan rakyat.</p>
<p>untuk bung dedy, kepemimpinan yang tegas, bersih, suci, dan berwibawa pada level nasional masih ditunggu oleh seluruh kawan-kawan seperjuangan. semoga bung dedy dan kawan-kawan presidium lainnya akan terus di beri kekuatan oleh yang maha kuasa untuk menjaga idealisme dan cita-cita suci perjuangan kita.<br />
Merdeka!!!<br />
Marhaen Menang!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
