Hasil Kongres XV “Persatuan”

HASIL-HASIL KONGRES XV
GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA
(GMNI)

Pangkal Pinang,

“BERSATU MEMPERKUAT
NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)”
SEKRETARIAT JENDERAL
PRESIDIUM
GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA
(GMNI)

Jl. Percetakan Negara XI/131 B. Jakarta Pusat (10570)
Telp. (021) 4205529

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
PERIZINAN KONGRES XV GMNI :
• Rekomendasi KAPOLRI
• Rekomendasi Kapolda Bangka Belitung
SAMBUTAN / PIDATO
• Presiden Republik Indonesia
KETETAPAN – KETETAPAN KONGRES XV GMNI :
Ketetapan Nomor : 01 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 02 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 03 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 04 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 05 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 06 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 07 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 08 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 09 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 10 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
Ketetapan Nomor : 11 / Tap / Kongres XV / GMNI /06
PENUTUPAN
LAMPIRAN – LAMPIRAN

PENDAHULUAN
KETETAPAN KONGRES XV GMNI
NO : 01 / TAP / Kongres XV / GMNI / 06
Tentang
Pengesahan Acara Persidangan
Menimbang :
a. Bahwa untuk menjamin kelancaran dan keteraturan pelaksanaan Kongres, dipandang perlu adanya jadwal acara persidangan sebagai panduan jalannya sidang-sidang Kongres.
b. Bahwa jadwal acara persidangan dimaksud perlu dibahas dan ditetapkan dalam forum persidangan Kongres.
c. Bahwa jadwal acara persidangan perlu disahkan melalui Ketetapan Kongres.
Mengingat :
a. Pasal 13 Anggaran Dasar GMNI
b. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga GMNI
Memperhatikan:
a. Pemikiran, gagasan, usul, dan saran dalam sidang pleno pembahasan jadwal acara Kongres XV GMNI.
b. Hasil pembahasan jadwal acara Kongres.
M E M U T U S K A N
Menetapkan :
Acara Persidangan Kongres XV GMNI
Pertama, Mengesahakan jadwal acara persidangan Kongres XV GMNI.
Kedua, Jadwal acara persidangan yang dimaksud dalam Ketetapan ini, terlampir.
Ketiga, Ketetapan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan.
Ditetapkan di : Pangkal Pinang
Tanggal : 28 Juni 2006
Jam : 23.30 WIB
Pimpinan Sidang sementara
Ttd
Monang Tambunan
Ketua Ttd
Yos Dapa Billi
Sekretaris
Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh Presidium GMNI
Rendra Falentino
Sekretaris Jenderal
ACARA PERSIDANGAN KONGRES XV
GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA
( G M N I )
NO WAKTU ACARA PENANGGUNGJAWAB
1 PLENO I
Verifikasi Peserta Kongres XV dan DPC-DPC kembar Pimpinan Sidang Sementara
(Presidium GMNI)
PLENO II
Pembahasan dan Pengesahan Jadwal Acara Persidangan Pimpinan Sidang Sementara
(Presidium GMNI)
2 PLENO III
Pembahasan dan Pengesahan Tata Tertib Pimpinan Sidang Sementara
(Presidium GMNI)
3 PLENO IV
Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno Pimpinan Sidang Sementara
(Presidium GMNI)
4 PLENO V
LPJ Presidium GMNI Periode 2002 – 2005 dan Pandangan Umum Cabang-Cabang Pimpinan Sidang Pleno
5 PLENO VI
Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi-Komisi dan Sidang-Sidang Komisi Pimpinan Sidang Pleno
6 PLENO VII
Pleno Komisi-Komisi dan Penetapan Hasil-Hasil Sidang Komisi Pimpinan Sidang Pleno
7 PLENO VIII
Pemilihan dan Penetapan Ketua dan Sekretaris Jenderal Presidium GMNI Periode 2006 – 2009 Pimpinan Sidang Pleno
8 PLENO IX
Pemilihan dan Penetapan Tim Formatur Kongres Pimpinan Sidang Pleno
9 PLENO X
Pemilihan dan Penetapan Tempat Penyelenggaraan Kongres XVI GMNI Pimpinan Sidang Pleno
KETETAPAN KONGRES XV GMNI
NO : 02 / TAP / Kongres XV / GMNI / 06
Tentang
Pengesahan Tata Tertib
Menimbang :
a. Bahwa Kongres XV membutuhkan Tata Tertib untuk menjamin keteraturan dan kelancaran sidang-sidang Kongres.
b. Bahwa Tata Tertib dimaksud perlu dibahas dalam forum Kongres.
c. Bahwa Tata Tertib yang telah dibahas perlu disahkan melalui Ketetapan Kongres.
Mengingat :
a. Pasal 13 Anggaran Dasar GMNI
b. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga GMNI
Memperhatikan :
a. Pemikiran, gagasan, usul, dan saran dalam sidang pleno pembahasan Tata Tertib Kongres XIV GMNI.
b. Hasil pembahasan Tata Tertib Kongres.
M E M U T U S K A N
Menetapkan :
Tata Tertib Kongres XV GMNI
Pertama, Mengesahakan Tata Tertib Kongres XV GMNI
Kedua, Tata Tertib yang dimaksud dalam Ketetapan ini, terlampir.
Ketiga, Ketetapan ini berlaku sejak tanggal di tetapkan
Ditetapkan di : Pangkal Pinang,
Tanggal : 29 Juni 2006
Jam : 14.11 WIB
Pimpinan Sidang sementara
Ttd
Monang Tambunan
Ketua Ttd
Yos Dapa Billi
Sekretaris
Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh Presidium GMNI
Rendra Falentino
Sekretaris Jenderal
TATA TERTIB KONGRES XV
GERAKAN MAHASISWANASIONAL INDONESIA
(GMNI)
BAB I
PENGERTIAN DAN KEDUDUKAN
Pasal 1
1. Kongres adalah badan musyawarah tertinggi, sebagai perwujudan kedaulatan organisasi Kongres XV GMNI.
2. Kongres XV (Persatuan GMNI) diselenggarakan oleh Presidium GMNI hasil Kongres Manado dan Presidium hasil Kongres Medan, dengan membentuk Stering Commite (SC), Badan Pekerja Kongres, Panitia Nasional dan Panitia Daerah Kongres XV sebagai penanggungjawab teknis penyelenggaraan.
3. Penanggungjawab Kongres XV GMNI adalah Presidium GMNI Periode 2002 – 2005.
BAB II
Waktu dan Tempat
Pasal 2
1. Kongres XV diselenggarakan pada tanggal 27 Juni – 2 Juli 2006.
2. Tempat penyelenggaraan Kongres XV GMNI adalah di Pangkal Pinang Propinsi Bangka Belitung.
BAB III
T U J U A N
Pasal 3
Kongres XV GMNI dilaksanakan dengan tujuan :
1. Menyatukan dualisme Kepemimpinan Nasional organisasi.
2. Mengevaluasi pelaksanaan seluruh kebijaksanaan organisasi secara nasional.
3. Menetapkan arah dan strategi perjuangan organisasi untuk periode berikutnya.
4. Memilih Pimpinan Nasional organisasi untuk periode berikutnya.
BAB IV
TUGAS DAN WEWENANG KONGRES
Pasal 4
1. mengevaluasi dan menilai Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI hasil Kongres Manado dan Presidium GMNI hasil Kongres Medan.
2. Merumuskan dan menetapkan Garis-Garis Besar Program Nasional (GBPN) / Garis-Garis Besar Program Perjuangan organisasi.
3. Dapat mengadakan perubahan terhadap Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.
4. Memilih dan menetapkan Pimpinan Nasional organisasi untuk periode berikutnya.
5. Merumuskan dan menetapkan hal-hal yang perlu dan dianggap penting.
BAB V
KEABSAHAN KONGRES
Pasal 5
1. Kongres dianggap sah jika dihadiri oleh 2/3 dari jumlah Cabang definitif yang berhak diundang.
2. Kongres dapat mengambil keputusan-keputusan yang sah jika dihadiri oleh ½ n + 1 dari utusan-utusan Cabang definitif yang hadir.
BAB VI
PESERTA DAN PENINJAU
Pasal 6
1. Peserta Kongres terdiri dari utusan-utusan Cabang definitif maksimal 3 (tiga) orang berdasarkan mandat yang sah dari DPC yang bersangkutan.
2. Peninjau Kongres terdiri dari :
a. Presidium GMNI (hasil Kongres GMNI di Manado dan hasil Kongres di Medan)
b. Dua (2) orang Pengurus Korda GMNI yang berhak diundang
c. Dua (2) orang utusan dari DPC-DPC caretaker yang mendapat mandat sah dari DPC caretaker yang bersangkutan.
BAB VII
HAK DAN KEWAJIBAN
Pasal 7
Hak
1. Peserta Kongres mempunyai hak suara dan hak bicara
2. Penggunaan hak suara peserta Kongres tidak dapat diwakilkan / diwakili oleh peserta maupun peninjau yang lain.
3. Sistem penggunaan hak suara diatur dalam pasal tersendiri dalam tata tertib ini.
4. Peninjau Kongres hanya mempunyai hak bicara
5. Peserta dan peninjau berhak mengajukan pendapat, pertanyaan-pertanyaan, usul dan saran-saran yang berkaitan dengan materi persidangan yang sedang berlangsung dan dilakukan secara tertib dan teratur melalui Pimpinan Sidang Kongres.
6. Setiap peserta mempunyai hak memilih dan dipilih.
Pasal 8
Kewajiban
1. Peserta dan peninjau wajib mengikuti setiap acara persidangan Kongres.
2. Peserta dan peninjau wajib menggunakan tanda pengenal (ID Card) yang dikeluarkan oleh Panitia kongres.
3. Setiap peserta dan peninjau wajib menjaga ketertiban di dalam maupun di luar persidangan.
4. Setiap peserta dan peninjau dilarang meninggalkan sidang yang sedang berlangsung tanpa mendapat persetujuan Pimpinan Sidang.
BAB VIII
SANKSI PELANGGARAN TATA TERTIB
Pasal 9
1. Peserta dan peninjau yang tidak tercantum namanya dalam daftar resmi / absensi Kongres, dilarang memasuki ruang persidangan.
2. Peserta maupun peninjau yang tidak menggunakan tanda pengenal (ID Card) dilarang memasuki ruang persidangan.
3. Peserta dan peninjau yang tidak mengikuti dua sesi Sidang Pleno Kongres, apapun alasannya dinyatakan mengundurkan diri, atau gugur sebagai peserta maupun peninjau Kongres, dan tidak dapat diganti.
4. Setiap peserta maupun peninjau yang telah mendapat mandat sah dan ID Card dari Panitia,tidak dapat digantikan posisinya oleh orang lain, apapun alasannya.
BAB IX
KELENGKAPAN SIDANG
Pasal 10
1. Persidangan Kongres terdiri dari Sidang-Sidang Pleno dan Sidang-Sidang Komisi.
2. Sebelum Pimpinan Sidang Pleno Kongres terpilih, maka Presidium GMNI adalah Pimpinan Sidang Sementara secara kolektif, sesuai jadwal acara persidangan dan ketentuan Bab III Pasal 17 ayat (3) Anggaran Rumah Tangga GMNI.
3. Pimpinan Sidang Pleno Kongres sebanyak-banyaknya terdiri atas satu orang Ketua, satu orang Sekretaris dan satu orang Anggota.
4. Sidang Pleno dihadiri oleh peserta dan peninjau Kongres dengan membahas materi – materi :
a. Verifikasi DPC-DPC;
b. Pembahasan dan penetapan Acara Persidangan Kongres;
c. Pembahasan dan penetapan Tata Tertib Kongres;
d. Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno Kongres;
e. Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI Periode 2002 – 2005;
f. Pandangan Umum DPC-DPC
g. Pembacaan dan penetapan Hasil-Hasil Sidang Komisi
h. Pemilihan Pimpinan Nasional GMNI perode berikutnya;
i. Pemilihan Tim Formatur Kongres;
j. Penetapan Hasil Rapat Tim Formatur;
k. Pemilihan tempat atau tuan rumah penyelenggaraan Kongres XVI GMNI
5. Sidang Komisi dipimpin oleh Pimpinan Sidang Komisi.
6. Pimpinan Sidang Komisi, sebanyak-banyaknya terdiri atas satu orang Ketua dan satu orang Sekretaris.
7. Sidang Komisi terdiri dari :
a. Komisi Organisasi; membahas dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Tata Cara Pemilihan Presidium GMNI Organisasi dan merekomendasikan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan organisasi.
b. Komisi Program; membahas dan menetapkan materi Garis-Garis Besar Program Nasional (GBPN) / Garis-Garis Besar Program Perjuangan organisasi serta merekomendasikan program-program lain yang penting bagi organisasi.
c. Komisi Politik; membahas dan menetapkan materi-materi kebijakan politik dan sikap politik organisasi.
8. Pembagian peserta dan peninjau ke dalam Komisi-Komisi didasarkan pada ketentuan bahwa dalam Komisi yang sama tidak diperkenankan terdapat dua (2) orang peserta dari Cabang yang sama. Sedangkan pembagian peninjau ke dalam Komisi-Komisi diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing peninjau Kongres.
BAB X
TATA CARA PEMILIHAN
PIMPINAN SIDANG PLENO DAN KOMISI
Pasal 11
Tata Cara Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno
1. Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno dipimpin oleh Pimpinan Sidang Sementara, dan dilakukan secara langsung dalam Sidang Pleno.
2. Sistem Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno Kongres adalah satu Cabang definitif satu suara.
3. Setiap Cabang peserta, berhak memilih satu Cabang definitif menjadi Pimpinan Sidang Pleno.
4. Tiga Cabang definitif yang mendapat suara terbanyak secara berturut-turut, sah menjadi Ketua, Sekretaris dan Anggota Pimpinan Sidang Pleno.
5. Apabila dalam pemilihan tersebut, terdapat jumlah suara yang sama dari tiga Cabang definitif yang dikehendaki, maka dilakukan pemilihan ulang khusus pada Cabang-Cabang yang memperoleh jumlah suara sama, sampai terbentuknya Pimpinan Sidang Pleno yang lengkap.
6. Cabang-Cabang yang telah terpilih menjadi Pimpinan Sidang Pleno, masing-masing menyampaikan nama delegasinya kepada Pimpinan Sidang Sementara untuk ditetapkan.
Pasal 12
Tata Cara Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi
1. Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi dipimpin oleh Pimpinan Sidang Pleno dan dilakukan secara langsung dalam Sidang Pleno.
2. Sistem Pemilihan pimpinan Sidang Komisi adalah satu Cabang definitif satu suara.
3. Setiap Cabang peserta, berhak memilih satu Cabang definitif menjadi Pimpinan Sidang Komisi.
4. Dua Cabang definitif yang mendapat suara terbanyak secara berturut-turut, sah menjadi Ketua dan Sekretaris Pimpinan Sidang Komisi.
5. Apabila dalam pemilihan tersebut, terdapat jumlah suara yang sama dari dua Cabang definitif yang dikehendaki, maka dilakukan pemilihan ulang khusus pada Cabang-Cabang yang memperoleh jumlah suara sama, sampai terbentuknya Pimpinan Sidang Komisi yang lengkap.
6. Cabang-Cabang yang telah terpilih menjadi Pimpinan Sidang Komisi, masing-masing menyampaikan nama delegasinya kepada Pimpinan Sidang Pleno untuk ditetapkan.
BAB XI
HAK DAN KEWAJIBAN PIMPINAN SIDANG
Pasal 13
1. Pimpinan Sidang berhak memimpin dan mengarahkan serta menjamin kelancaran persidangan-persidangan Kongres.
2. Pimpinan Sidang berhak memberikan peringatan baik secara lisan maupun tertulis kepada peserta maupun peninjau yang mengganggu jalannya persidangan-persidangan Kongres.
3. Pimpinan Sidang berhak mengeluarkan peserta maupun peninjau dari sesi persidangan yang sedang berlangsung setelah peringatan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (2) pasal ini tidak diindahkan dengan persetujuan forum Kongres.
4. Pimpinan Sidang berhak mengintervensi atau menghentikan pendapat, pertanyaan-pertanyaan, usul maupun saran-saran dari peserta maupun peninjua apabila dipandang keluar dari pokok pembahasan yang sedang berlangsung.
BAB XII
KEABSAHAN SIDANG
Pasal 14
1. Persidangan dianggap sah (quorum) apabila dihadiri oleh ½ + 1 dari jumlah peserta yang terdaftar.
2. Apabila ketentuan ayat (1) pasal ini belum dapat terpenuhi, sidang dapat ditunda selambat-lambatnya selama 1 X 15 menit.
3. Apabila ketentuan ayat (2) pasal ini belum juga terpenuhi, maka sidang dapat dilanjutkan dan dianggap sah setelah mendapat kesepakatan dari peserta dan penanggungjawab Kongres.
BAB XIII
TATA CARA PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pasal 15
1. Semua keputusan pada dasarnya diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
2. Jika musyawarah untuk mufakat tidak mencapai hasil, maka pengambilan keputusan dilakukan melalui mekanisme pemungutan suara (voting).
3. Setiap peserta hanya memiliki satu hak suara (one man one vote), tanpa diwakili / diwakilkan kepada orang lain.
4. Khusus untuk pemilihan Pimpinan Sidang Pleno dan Pimpinan Sidang Komisi, penggunaan hak suara dilakukan melalui mekanisme satu Cabang definitif satu suara.
5. Keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh mayoritas suara dari peserta yang hadir.
BAB XIV
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 16
1. Seluruh peserta dan peninjau wajib mentaati tata tertib ini.
2. Segala sesuatu yang belum diatur dalam tata tertib ini, akan diatur kemudian dalam persidangan-persidangan Kongres.
3. Tata tertib ini berlaku sejak ditetapkan sampai dengan berakhirnya Kongres XV GMNI.
KETETAPAN KONGRES XV GMNI
NO : 03 / TAP / Kongres XV / GMNI / 06
Tentang
Pimpinan Sidang Pleno Kongres XV
Menimbang :
a. Bahwa Presidium GMNI sebagai Pimpinan Sidang Sementara bertugas memimpin sidang-sidang Kongres sampai terpilihnya Pimpinan Sidang .
b. Bahwa untuk memimpin jalannya sidang-sidang pleno Kongres selanjutnya harus dipilih Pimpinan Sidang Pleno dari antara peserta Kongres.
c. Bahwa Pimpinan Sidang Pleno terpilih harus disahkan melalui Ketetapan Kongres.
Mengingat :
a. Pasal 13 Anggaran Dasar GMNI
b. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga GMNI
Memperhatikan:
Pemikiran, gagasan, usul, dan saran dalam sidang pleno I Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno Kongres XIV GMNI.
M E M U T U S K A N
Menetapkan :
Pimpinan Sidang Pleno Kongres XV GMNI
Pertama, Mengesahakan Pimpinan Sidang Pleno Kongres XV GMNI
Kedua, Pimpinan Sidang Pleno Kongres yang dimaksud dalam Ketetapan ini sebagai berikut :
Ketua : Daud Sua Watubun
Wakil Ketua : Dian Ihkwan
Sekretaris : Wahyu Widodo
Ketiga, Pimpinan Sidang Pleno bertugas memimpin / mengarahkan jalannya Kongres XV GMNI, serta bertanggungjawab atas keberlangsungan hingga berakhirnya Kongres.
Keempat, Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Pangkal Pinang,
Tanggal : 29 Juni 2006
Jam : 15.49 WIB
Pimpinan Sidang sementara
Ttd
Monang Tambunan
Ketua Ttd
Yos Dapa Billi
Sekretaris
Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh Presidium GMNI
Rendra Falentino
Sekretaris Jenderal
KETETAPAN KONGRES XV GMNI
No : 04 / TAP / Kongres XV / GMNI / 06
TENTANG
Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI
Periode 2002 – 2005
Menimbang :
a. Bahwa Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado dan Kongres GMNI XIV Medan sebagai pimpinan nasional organisasi, perlu mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas-tugas ideologis dan keorganisasian dalam forum Kongres.
b. Bahwa forum Kongres berhak menilai Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI.
c. Bahwa hasil penilaian Laporan Pertanggungjawaban dimaksud perlu disahkan melalui Ketetapan Kongres.
Mengingat :
a. Pasal 13 Anggaran Dasar GMNI
b. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga GMNI
Memperhatikan:
a. Materi Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI Periode 2002 – 2005 yang disampaikan dalam sidang pleno Kongres.
b. Hasil dialog Laporan Pertanggungjawaban antara Presidium GMNI Periode 2002 – 2005 dengan forum forum Kongres XV GMNI.
c. Pandangan Umum Cabang-Cabang GMNI peserta Kongres XV GMNI.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Hasil Penilaian Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI
Pertama, Menolak/Menerima Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado dan Kongres XIV Medan.
Kedua, Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado dan Kongres XIV Medan , dengan ini dinyatakan DEMISIONER.
Ketiga, Ketetapn ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Pangkal Pinang,
Tanggal : 01 Juli 2006
Jam : 01.20 WIB
Pimpinan Sidang PLENO
Ttd
Daud Sua Watubun
Ketua Ttd
Dian Ikhwan
Wakil Ketua Ttd
Wahyu Widodo
Sekretaris

Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh Presidium GMNI
Rendra Falentino
Sekretaris Jenderal
POINTER-POINTER PENILAIAN DPC-DPC
TERHADAP
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN (LPJ) PRESIDIUM GMNI
Periode 2002-2005
1. DPC GMNI AMBON
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado dengan catatan; sebelum mengahiri Sidang Pleno ini, harus dilakukan rekonsiliasi internal Presidium guna menuju rekonsiliasi organisasi GMNI secara nasional (Kongres Persatuan).
• Sebagai rekomendasi untuk periode selanjutnya; Merencanakan sistem penataan organisasi dalam semua tingkatan struktur organisasi :
a. Konsolidasi basic GMNI
1. Pembentukan DPC-DPC baru di kabupaten/kota yang ada Perguruan Tinggi/Universitas;
2. Memfasilitasi DPC Caretaker yang sudah terbentuk termasuk DPC CT Saumlaki;
3. Melakukan revisi total terhadap AD/ART GMNI, menetapkan regulasi Peraturan Organisasi GMNI;
2. Konsolidasi wawasan kader (Kaderisasi formal berjenjang)
3. Penyikapan terhadap persoalan sosial dan bangsa;
4. Pembentukan jaringan organisasi secara eksternal;
• Dalam rangka memperkuat basis teritorial NKRI, kami merekomendasikan kepada Presidium selanjutnya untuk memperjuangkan percepatan pengesahan Undang-undang Kepulauan untuk kesejahteraan masyarakat.
2. DPC GMNI ASAHAN
• Presidium tidak mampu mewakili GMNI secara nasional dalam pembangunan opini publik dalam penyikapan masalah-masalah nasional;
• Terjebaknya Presidium dengan kepentingan politik pragmatis, sehingga mengakobatkan perpecahan di internal;
• Tidak seriusnya Presidium dalam mengolah administrasi organisasi;
• Banyak Presidium yang lari dari tanggung jawabnya sebagai pimpinan nasional;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
3. DPC GMNI BADUNG
• Penghapusan hutang luar negeri dan tarik kembali obligasi rekapitalisasi perbankan;
• Nasionalisasi industri minyak, gas dan listrik;
• Pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat;
• Penyelamatan aset-aset nasional dari program privatisasi BUMN dan liberalisasi aset-aset ekonomi strategis lainnya (air, migas, listrik, rumah sakit dan universitas);
• Rehabilitasi nama baik Soekarno;
• Masalah KKN dan Undang-undang Otonomi Daerah dimana muncul arogansi daerah;
• GMNI harus bersatu sebagai sebuah konsensus;
• Tidak semata ajang perebutan struktural tapi lebih pada perumusan kembali nilai-nilai strategis GMNI dalam kehidupan berbangsa;
• Tolak UU Pornoaksi dan pornografi;
• Adili Soeharto;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
4. DPC GMNI BALIKPAPAN
• Pimpinan nasional menjadi barisan terdepan dalam menggerakan organisasi ditingkat bawahnya (dpc-dpc)
• GMNI kembali pada khittah perjuangannya, organisasi yang membela berjuta-juta rakyat marhaen.
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
5. DPC GMNI BANDAR LAMPUNG
• GMNI kedepan harus bisa menjawab berbagai persoalan yang terjadi di Republik ini;
• Momen kongres persatuan kami harapkan sebagai titik awal dalam mengkonsolidasikan pemikiran dan sekaligus menjadi titik awal untuk menjawab tantangan globalisasi;
• GMNI harus kembali ke khittah-nya yaitu sebagai organisasi perjuangan yang mengawal Republik ini ke gerbang kemerdekaan seutuhnya;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
6. DPC GMNI BANDUNG
• Presidium tidak jujur/manipulatif dalam penyusunan LPJ;
• Presidium GMNI hasil Kongres Medan tidak melakukan fungsi yang jelas dalam mengawal Radikalisme Gerakan yang telah di gagas bersama;
• Pimpinan nasional stagnan dalam menjalankan tanggung jawab organisasinya;
• Keterlibatan oknum anggota Presidium adalah pengingkaran terhadap konstitusi organisasi;
• Kongres Persatuan jangan melupakan sejarah perpecahan yang terjadi;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
7. DPC GMNI BANGKALAN
• Kecewa dengan dibukanya Kongres XV oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena mengkhianati ‘oposisi permanen’, serta menjadi legitimasi bahwa GMNI adalah organisasi yang mendukung pemerintah dalam menindas rakyat;
• GMNI terlalu bergerak dipermukaan tanpa menyadarkan dan menggerakan kader dan rakyat;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
8. DPC GMNI BANYUWANGI
• Presidium GMNI tidak respek terhadap persoalan-persoalan rakyat, dan tidak kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat, KIRI-nya GMNI hanya slogan dan klaim saja;
• Presidium GMNI sangat arogan, hal tersebut ditunjukkan dengan sengaja memecahkan cabang dan atau membekukan cabang demi keamanan dan kepentingan kongres;
• Fungsi koordinasi dan kontrol organisasi sangat lemah sehingga organisasi tingkat nasional menjadi vakum;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
9. DPC GMNI BAU-BAU
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
10. DPC GMNI BEKASI
• Kerja Presidium GMNI melemah di detik-detik terakhir kepengurusan;
• Semakin menguatnya perseturuan di internal Presidium, sehingga birokrasi komplek menjangkiti Presidium;
• Ketidak jelasan anggota Presidium lain yang tidak aktif;
• Tidak adanya sosialisasi hasil-hasil Rakornas 2005, padahal amanat Rakornas menyangkut rekonsiliasi;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
11. DPC GMNI BENGKULU
• Keberhasilan dari hasil Kongres XIV Manado adalah terjadinya titik klimaks yaitu rekonsiliasi Strukturan dua kepemimpinan nasional GMNI;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
12. DPC GMNI BITUNG
• Tidak menolak dan tidak menerima (abstain) atas Laporan Pertanggung Jawaban Presidium GMNI.
13. DPC GMNI BLITAR
• Kongres XV harus dijadikan momen bersejarah untuk membangun visi dan misi menuju sebuah organisasi yang elegan, dinamis, serta flamboyan;
• GMNI harus mengedepankan kebersamaan atas dasar kesamaan ideologi dan cara berfikir agar GMNI benar-benar menjadi organisasi yang progresif revolusioner;
• Kedepan untuk dilaksanakan konsolidasi pemikiran, pembenahan manajemen organisasi serta pendalaman ideologi serta peningkatan intensitas maupun kualitas dari semua tingkatan baik ke Komisariat, DPC maupun Presidium harus segera di up grade;
• Siapapun yang terpilih kedepan, harus mampu menjadikan organisasi ini yang mampu menjawab persoalan serta berjalan pada aturan yang benar;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Kongres XIV.
14. DPC GMNI BOGOR
• Pengelolaan konflik di internal Presidium GMNI tidak dilakukan secara integratif, humanis dan dialektik yang konstruktif;
• Adanya ketergantungan yang tinggi terhadap alumni;
• Ketidak mampuan Presidium dalam melakukan analisis global, kebangsaan dan kerakyatan yang dihadapi oleh bangsa dan rakyat Indonesia;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
15. DPC GMNI BOJONEGORO
• Presidium cukup berhasil dalam merealisir program organisasinya;
• Terselenggaranya Kongres Persatuan adalah bukti kongkrit, bahwa Presidium sukses dalam menjalankan komitmen dan konsistensinya didalam memperjuangkan keutuhan organisasi;
• MENERIMA dengan catatan, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado.
a. Presidium belum pernah membuat produk organisasi dan pengembangan sumber daya Sarinah;
b. Presidium belum melaksanakan salah satu hasil kongres Manado yaitu Lokakarya tentang Bentuk Kepemimpinan Nasional;
c. Semua Anggota Presidium tidak boleh mencalonkan diri dalam Kepemimpinan kedepan.
16. DPC GMNI BOLANG MONGONDOW
 Resistensi muncul di internal Presidium karena dominasi ketua dalam pengambilan kebijakan, bahkan membias sampai ke cabang-cabang;
 MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
17. DPC GMNI CIANJUR
• Kongres GMNI XV adalah sejarah, maka hilangkan egosentris, kepentingan pragmatis dan upaya memecah belah organisasi oleh para kader GMNI yang tidak bertanggungjawab dan gagal dalam menjalankan amanat penderitaan rakyat.
• Rekonstruksi internal dan eksternal organisasi, untuk kemajuan GMNI kedepan supaya lebih baik.
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
18. DPC GMNI CIREBON
• Proses kaderisasi di tubuh GMNI berjalan begitu cepat dan ini memberikan dorongan kepada setiap kader untuk terus meningkatkan kualitas dirinya. Keberhasilan proses kaderisasi ini merupakan suatu bukti nyata kinerja Presidium GMNI;
• Penyikapan isu-isu nasional yang dilakukan Presidium GMNI, baik persoalan politik, hukum, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan merupakan bentuk komitmen yang patut kita jadikan catatan;
• Kebijakan organisatoris Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado dengan memberhentikan sementara dua anggota Presidium GMNI; Reza dan Suhawi, merupakan bukti penegakkan aturan organisasi, namun hal yang sangat disayangkan adalah kontrol organisasi paska pemberhentian sementara tersebut tidak dilakukan secara serius. Terbukti dengan kerja-kerja politik yang senantiasa dilakukan mereka dengan mengatasnamakan organisasi, sehingga dari sinilah kontrol organisasi terlihat lemah;
• Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado terus berusaha semaksimal mungkin menata kembali manajemen dan sinergitas hubungan dengan Presidium GMNI hasil Kongres XIV Medan sehingga membuka ruang gerak komunikasi kedalam dan keluar sampai terselenggaranya Kongres XV Persatuan;
• Dari poin-poin diatas, maka Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cirebon dengan ini menyatakan bahwa : Laporan Pertanggungjawaban Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado periode 2002-2005 pantas DITERIMA.
19. DPC GMNI DENPASAR
• Sistematika penulisan laporan mesti direvisi, antara lain :
a. Laporan keuangan, penanggungjawab masing-masing kegiatan perlu dicantumkan, waktu pelaksanaan kegiatan (tgl,bln,thn) nilai uang yang dicantumkan tidak riil (bulat);
b. Inventarisasi terkait dengan keberadaan barang yang disebutkan tidak jelas;
c. Aktifitas yang tercantum hanya aktifitas internal saja dan daftar list surat keluar dan surat masuk tidak ada;
d. Dokumentasi kliping koran tidak jelas dan rangkuman dari kliping tersebut perlu ditambahkan.
• Dalam menjalankan kegiatan organisasi seyogyanyamasing-masing personal dalam presidium memperhatikan psikologis;
• MENERIMA dengan catatan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005.
20. DPC GMNI DEPOK
• Presidium tidak menjadikan ideologi sebagai panglima, malah sebaliknya pragmatisme politik yang mengendalikan;
• Presidium gagal dalam membangun organisasi ini, sehingga organisasi menjadi reaksioner;
• Distribusi pemikiran, ideologi gagal dilakukan sehingga pemahaman kader-kader GMNI terhadap marhaenisme kurang;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
21. DPC GMNI DKI JAKARTA
• Masa depan organisasi semakin buram, ketika masih terjadi budaya konflik, potong memotong dan pembunuhan karakter/potensi kader-kader GMNI;
• Presidium tidak pernah memperhatikan masalah-masalah di GMNI-DKI, terkesan arogan dan membangun permusuhan;
• Bersyukur atas berlangsungnya Kongres Persatuan;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
22. DPC GMNI D.I.YOGYAKARTA
• Agenda perjuangan organisasi yang digagas bersama-sama di Kongres sebelumnya tidak terkoordinasi dengan baik dari Presidium terhadap DPC-DPC;
• Pendanaan organisasi tidak jelas, sehingga selalu menjadi alasan klasik dalam menjalankan program organisasi;
• Sekretariat Presidium KLB tidak refresentatif;
• Mendukung penuh rekonsiliasi dualisme kepemimpinan nasional;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
23. DPC GMNI ENDE
• Presidium tidak mampu secara kolektif melakukan komunikasi secara baik dalam membangun sinergitas cara berfikir dan bertindak sebagai satu kekuatan, sehingga terjadi keputusan pemecatan sementara terhadap sesama anggota Presidium;
• Presidium kurang memberikan sentuhan motivasi langsung ke cabang dalam hal pelaksanaan kaderisasi, sehingga cabang-cabang banyak menemukan kesulitan-kesulitan;
• Harus disusunannya Panduan Organisasi yang didalamnya tercantum tentang penyeragaman organisasi sampai ketingkat Komisariat, termasuk jumlah struktur yang harus ditempatkan di tiap tingkatan hirarki organisasi;
• Lambannya koordinasi antara Presidium dengan DPC-DPC khususnya yang berkaitan dengan kebijakan-kebijakan publik yang merugikan masyarakat;
• Kurangnya agitasi dan propaganda ideologis sebagai pendidikan politik terhadap masyarakat;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
24. DPC GMNI GARUT
• Program-program hasil Kongres XIV Medan tidak terealisasikan, termasuk pengawalan Presidium terhadap advokasi dan pengorganisiran rakyat di DPC-DPC sama sekali tidak ada;
• Presidium membiarkan DPC Sukabumi sebagai cabang sehingga keberadaannya menjadi tidak jelas;
• Peran Sekretaris Jenderal kurang optimal dalam menggerakan koordinasi antara sesama Anggota Presidium sehingga terjadi banyak faksi;
• Sikap Politik Presidium pada Pemilu 2004 terkesan berpihak terhadap salah satu pasangan calon Presiden, dan melanggar AD/ART tentang independensi organisasi;
• Presidium tidak memfasilitasi pelaksanaan Kaderisasi Tingkat Pelopor pada periode kepengurusannya;
• Presidium tidak berkenan hadir di pembukaan acara program Konfercab IV DPC GMNI Garut, sehingga terkesan Presidium lalai dalam tugas keorganisasiannya;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
25. DPC GMNI INDRAMAYU
• Mengingat tidak berjalannya kinerja organisasi ditingkat nasional sebagaimana diamanatkan dalam Kongres XIV Manado maka kami MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
26. DPC GMNI JAMBI
• Perjalanan kepresidiuman GMNI banyak terjadi indisipliner sehingga melahirkan SK pemecatan sementara terhadap dua anggota Presidium;
• Laporan keuangan yang disampaikan tidak transparan, untuk Presidium kedepannya mohon diperhatikan masalah keuangan;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado dengan catatan.
27. DPC GMNI JAYAPURA
• Kongres Persatuan yang sedang berlangsung adalah sejarah emas dalam perjalanan GMNI;
• Bentuk laporan perlu disempurnakan, harus dibuat seperti buku biar tidak terkesan mendadak dan spekulatif;
• Program Presidium GMNI yang dihasilkan di Kongres XIV Manado sudah berhasil, kami sangat memaklumi sedikit kekurangannya;
• Mohon disikapi mengenai lembaga yang mengaku-ngaku sebagai DPP GMNI versi Mando di Papua, yang kini konsen dalam pembentukan cabang-cabang di Papua yang kini memulai aktifitasnya di kota Sorong;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado;
Kalau ada sumur diladang boleh kita menumpang mandi, kalau ada umur panjang, sampai jumpa lagi di Kongres XVI Papua.
28. DPC GMNI JEMBER
Tidak hadir di Kongres XV Pangkal Pinang
29. DPC GMNI JOMBANG
• Negara menjadi subordinat kapitalisme global;
• GMNI sebagai manifestasi perjuangan kaum marhaenis senantiasa harus melawan kapitalisme global/pemodal asing tanpa harus terbawa arus dan kepentingannya;
• GMNI harus kembali kepada roh perjuangannya dengan mengkonsolidasikan pemikiran dan gagasan sampai ketingkat daerah dalam upaya melawan setiap kebijakan negara yang merugikan bangsa dan rakyat;
• Kongres Persatuan harus kita maknai sebagai langkah awal kita dalam melaksanakan perjuangan yang sesuangguhnya;
• Presidium yang notabene sebagai pimpinan nasional ternyata gagal dan tidak mampu dalam upaya menyelesaikan persoalan-persoalan sosial, ekonomi dan politik ;
• Presidium tidak menyelenggarakan RAKORNAS II dan KTM yang telah diamanatkan oleh kongres Medan;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
30. DPC GMNI KAB. GORONTALO
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI.
31. DPC GMNI KAB. TANGERANG
• Gagasan-gagasan hasil Kongres XIV Medan harus dipertahankan atau lebih baik ditingkatkan karena masih relevan dengan perjuangan organisasi dalam kontek kekinian;
• Kegagalan Presidium dalam menjalankan tanggung jawabnya adalah wajar karena menjalankan program perjuangan membutuhkan proses, tidak bisa semudah membalikkan tangan;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
32. DPC GMNI KARAWANG
• GMNI harus meningkatkan kualitas (SDM) kader-kadernya;
• Lemahnya sinergitas internal sehingga komunikasi dan kerja antar segenap insan GMNI terutama Presidium dengan DPC masih dinilai kurang;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode.
33. DPC GMNI KAB. MALANG
• Dualisme kepemimpinan nasional menyebabkan kontrol dan koordinasi internal organisasi menjadi lemah, tertinggal, elitis dan penataan administrasi tidak tertib;
• Program kaderisasi ditingkat nasional tidak terlaksana seperti Kaderisasi Tingkat Menengah, Kaderisasi Tingkat Pelopor serta pendistribusian kadernya tidak terprogram;
• Presidium lemah dalam merespon kebijakan publik, tidak masifnya produksi sikap-sikap politik dan lamban dalam analisis terhadap konstalasi politik nasional dan internasional;
• Presidium lemah dalam melakukan advokasi kasus-kasus rakyat, agitasi propaganda dan pembentukan organ taktis serta tidak adanya suplai logistik organisasi ketingkat bawah;
• Presidium gagal menjadi pelopor pembentukan front nasionalis dan penguasaan networking organ-organ kepemudaan ditingkat pusat serta minimnya kunjungan kedaerah-daerah;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV di Medan.
34. DPC GMNI KEDIRI
• Terjadi dualisme ditingkat nasional, adalah kegagalan kader-kader GMNI yang kurang memahami cara berfikir dan bertindak (marhaenisme);
• Kurang masifnya gerakan organisasi dalam menyikapi persoalan-persoalan kerakyatan dan eksistensi organisasi;
• Presidium gagal dalam mengawal radikalisasi gerakan yang disepakati bersama dalam Kongres XIV Medan;
• Tidak terselenggaranya Rakornas II, atas wujud dari ketidakberesan Presidium terhadap konstitusi organisasi;
• Sebagai rekomendasi, Presidium tidak menggunakan organisasi sebagai penyelematan diri dari persoalan hukum, kepemimpinan kedepan harus berwatak kerakyatan dan bukan sosok yang berlindung dibalik kekuasaan negara;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
35. DPC GMNI KEFAMENANU
• GMNI harus senantiasa belajar dari sejarah, untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya, sehingga kedepan organisasi ini benar-benar matang;
• Kelemahan-kelemahan, perpecahan serta kegagalan program yang dijalankan oleh Presidium harus dimaknai sebagai dinamika organisasi untuk menuju lebih baik;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado, dengan catatan; segala keberhasilan Presidium harus dipertahankan dan ditingkatkan segala kelemahannya untuk dijadikan cermin kedepan.
36. DPC GMNI KOTA BATAM
• Kongres ini bagi kami bukan hanya Kongres Persatuan struktural saja, akan tetapi Kongres Persatuan pemikiran, gagasan (ideologi), tindakan organisasi dan kader-kader GMNI;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
37. DPC GMNI KOTA GORONTALO
• Presidium GMNI secara kolektif kolegial tidak dapat menyelesaikan persoalan-persoalan internal antara sesama anggota Presidium;
• Presidium secara kolektif kolegial tidak mampu membangun komunikasi aktif antar sesama anggota Presidium;
• Namun, Presidium GMNI berhasil dengan sangat luar biasa dalam menjalankan program-programnya;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
38. DPC GMNI KOTA TANGERANG
• Masalah akuntabilitas laporan keuangan perlu adanya bukti pembayaran yang jelas, itu belum dilakukan oleh Presidium GMNI;
• Keharmonisan sesama anggota Presidium masih kurang, sehingga mempengaruhi terhadap kinerja organisasi;
• Disamping kekurangan-kekurangan Presidium, patut kita hargai keberhasilannya, seperti :
a. Meningkatkan eksistensi organisasi ditingkat nasional,
b. Proses kemampuan Presidium dalam menutupi kekurangan/hutang di Kongres XIII Kupang dan Kongres XIV Manado,
c. Mengakui secara sungguh-sungguh atas keberhasilan Presidium GMNI hasil Kongres Manado ata terjadinya Kongres Persatuan
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
39. DPC GMNI KOTA PADANG
• Presidium tidak menjalankan fungsi koordinatif dengan cabang-cabang;
• Presidium bersikap elitis, tidak dekat denga rakyat. Terbukti dengan tidak adanya penyikapan atas kebijakan-kebijakan publik;
• Dalam proses rekonsiliasi, Presidium tidak melibatkan cabang-cabang;
• Presidium cenderung arogan terhadap cabang-cabang yang kritis;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
40. DPC GMNI KOTA SURABAYA
• Presidium belum maksimal dalam menjalankan rekomendasi-rekomendasi hasil Kongres Manado;
• Presidium belum melaksanakan Kaderisasi Tingkat Pelopor sebagai kebutuhan pengembangan kualitas kader;
• Berkomitmen kepada kita semua untuk mensukseskan dan mengawal Kongres Persatuan;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
41. DPC GMNI KUPANG
• Secara kolektif sebagai sebuah kesatuan yang utuh, Presidium GMNI telah gagal;
• Presidium berhasil dalam mengawal organisasi hingga terjadinya rekonsiliasi;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005.
42. DPC GMNI LAMONGAN
• Kongres Persatuan hendaknya sebagai sebuah keinsyafan organisasi terhadap berbagai problematika;
• Kongres Persatuan hendaknya dimaknai sebagai Kongres seluruh komponen organisasi, sehingga Kongres tidak hanya sebagai alat legitimasi kekuasaan bagi elit-elit GMNI belaka, yang dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan organisasi di kemudian hari
• Rekomendasi kedepan :
a. Dibentuknya paradigma baru struktur organisasi yaitu dari Presidium ke DPP,
b. Ditingkat nasional GMNI dipimpin oleh kader yang progresif revolusioner agar tujuan organisasi tercapai,
c. Dibuatnya media komunikasi kader-kader GMNI melalui penerbitan Buletin,
d. Dibentuknya Lembaga Kajian Ideologi untuk memperkuat pemahan ideologi diseluruh kader GMNI,
e. Perlu ada perumusan tentang arah politik GMNI
 MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres Medan.
43. DPC GMNI LUBUK LINGGAU
• Kurangnya proses konsolidasi vertikal organisasi yang dilakukan Presidium pada tingkatan KORDA dan DPC;
• Pelaksanaan kaderisasi yang dilakukan oleh Presidium tidak secara berkesinambungan, khususnya pola pengkaderan terhadap sarinah-sarinah;
• Belum adanya upaya pengembangan kemandirian organisasi yang dijalankan oleh Presidium GMNI;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
44. DPC GMNI MAGELANG
• Kurangnya transfaransi program, penggunaan anggaran pembiayaan organisasi;
• Koordinasi yang kurang tertata, sehingga organisasi kurang berjalan sebagaimana mestinya;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
45. DPC GMNI MALANG RAYA
• Kongres Persatuan; mengakhiri segala segala konflik di GMNI dari tingkat Presidium sampai tingkat Komisariat;
• Mencetak kader GMNI sebagai kader nasionalis sejati yang tidak tunduk dalam kepentingan individu maupun kelompok;
• Presidium selaku pumpinan nasional senantiasa memperhatikan semua kader GMNI;
• Presidium harus tegas dalam menghalau semua kepentingan yang dapat menghambat persatuan GMNI;
• Presidium selaku pimpinan nasional harus melakukan verifikasi dan inventarisasi kader GMNI secara nasional, secara periodik;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI.
46. DPC GMNI MANADO
• Kongres XV GMNI adalah momen penting yang bersejarah dalam upaya menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa yang kerap kali terjadi didepan kita;
• Presidium terlalu asik bermain ditataran elit, sehingga persoalan kebangsaan dan kerakyatan yang seharusnya disikapi secara cepat, menjadi terabaikan;
• MENERIMA dengan syarat atas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado.
47. DPC GMNI MANGGARAI
• Presidium cukup berhasil mengawal organisasi dengan baik sampai pada yang diharapkan yaitu rekonsiliasi, namun kami menyesalkan belum adanya hak paten mengenai atribut-atribut organisasi;
• Dalam menjalankan program nasional, Presidium cukup sukses menjalankannya, dalam bidang kaderiasi harus diperbaiki;
• Presidium berhasil menjalankan keputusan-keputusan politik hasil kongres dan cukup menunjukkan upaya nyata dalam aktualisasi ideologi marhaenisme;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
48. DPC GMNI MEDAN
• GMNI harus menegaskan bahwa organisasi ini adalah Kiri;
• Presidium GMNI gagal mengawal kawan-kawan di KORDA dan DPC dalam melakukan pengorganisiran massa marhaen;
• Bung Sonny T Danaparamitha sudah dinonaktifkan oleh DPC asalnya (DPC GMNI Jember), maka kami mempertanyakan keberadaannya diforum Kongres ini, maka kami minta forum kongres ini membahas status keanggotaan bung Sonny;
• Harus ada penegasan secara terinci, bahwa GMNI adalah organisasi yang Independen, kenyataannya banyak oknum anggota Presidium yang melacurkan diri di Partai Politik;
• Forum kongres harus menjadi media dalam pemurnian gerakan organisasi;
• Kami merekomendasikan supaya Bung Monang Tambunan, ST, Bung Dwi Putro Aris Wibowo dan Bung Alvian Jusuf Feoh dipecat karena telah masuk dalam struktur partai politik;
• Kami minta Presidium untuk segera melengkapi laporan keuangannya;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
49. DPC GMNI MINAHASA UTARA
• Presidium tidak menggunakan asas kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan;
• Kurangnya konsolidasi Presidium ke cabang-cabang;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
50. DPC GMNI MOJOKERTO
• Presidium lamban dalam penyikapan persoalan-persoalan kebangsaan, sehingga keduluan sama organisasi lain;
• Presidium terkesan sangat elitis, jauh dari rakyat;
• TIDAK MENOLAK, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado
51. DPC GMNI NIAS
• Presidium lambat dalam mensosialisasikan kebijakan-kebijakan Presidium di tingkat nasional ke cabang-cabang;
• Presidium tidak menjalankan Silabus Kaderisasi yaitu KTM dan KTP;
• Anggota Presidium tidak konsen di pusat, sehingga dalam setiap perumusan kebijakan organisasi selalu tidak terwujud;
• Presidium telat dalam penyikapan situasi nasional;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
52. DPC GMNI PALEMBANG
• Kurang efektif dan sinergisnya penerapan kolektif kolegial antar sesama anggota Presidium;
• Masih adanya anggota Presidium yang masih melakukan pembenaran terhadap apa yang dilakukannya, terutama tentang keberadaan Korda SumBagSel, karena di wilayah SumBagSel adalah Forum Komunikasi Antar Cabang bukan Korda seperti yang dijelaskan oleh Presidium;
• Kami anggap Presidium telah berhasil dalam melakukan rekonsiliasi atas dualisme kepemimpinan;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
53. DPC GMNI PAMEKASAN
• Tidak dilaksanakannya Rakornas II oleh Presidium KLB, ini adalah bentuk pengingkaran terhadap AD/ART organisasi;
• Tidak adanya mobilitas Presidium dalam mengawal hasil-hasil Kongres XIV Medan, dan membiarkan cabang-cabang se-Indonesia bergerak tanpa koordinasi;
• Presidium mengkhianati hasil Kongres Medan bahwa rekonsiliasi yang dibangun adalah rekonsiliasi kultural bukan struktural;
• Kejadian DPC GMNI Jember yang dikembarkan oleh elit-elit GMNI tidak dipertanggungjawabkan dan merupakan bentuk pengkhianatan organisasi;
• Tidak transparan mengenai pengelolaan dana perjuangan yang diperoleh dari berbagai sumber;
• Adanya keterlibatan anggota Presidium dalam keanggotaan salah satu partai politik peserta Pemilu;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
54. DPC GMNI PANDEGLANG
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
55. DPC GMNI PANGKAL PINANG
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado.
56. DPC GMNI PASURUAN
• Jadikan kaderisasi sebagai wahana penciptaan kader-kader ideologis yang progresif dan revolusioner;
• GMNI harus berjuang demi kepentingan rakyat dan berjuang bersama-sama rakyat;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005.
57. DPC GMNI PEKALONGAN
• Apakah mampu paska kongres persatuan ini GMNI memberikan warna pada setiap perjuangan rakyat;
• Apakah kedepan GMNI akan massif dalam melakukan gerakan;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI.
58. DPC GMNI PONTIANAK
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
59. DPC GMNI PURWOKERTO
• “G” dalam GMNI adalah Gerakan bukan Gerombolan, maka GMNI harus senantiasa massif dalam mempelopori Gerakan, sehingga tercipta machtvorming dan machtanwending;
• “M” dalam GMNI adalah Mahasiswa, maka gerakan harus didasarkan pada konsepsi yang matang dan rasional, sehingga kita menjadi agent of change dalam setiap langkah perjuangannya;
• “N” adalah Nasional, maka spirit nasional (persatuan) harus menjadi harga mati, GMNI harus menjadi avantgarde dalam setiap perjuangan persatuan dan kesatuan bangsa;
• “I” adalah Indonesia, kedaulatan utuh yang ditancapkan oleh the founding father kita untuk menjadi bangsa besar;
• sebagai rekomendasi, maka pilar-pilar perjuangan bangsa dibidang politik, ekonomi dan kebudayaan (Tri Sakti Bung Karno) harus tersistematis dalam program perjuangan organisasi;
• Pembenahan organisasi harus jelas, karena merupakan sebagai wadah dalam menjalankan perjuangan luhur cita-cita bangsa;
• MENERIMA dengan catatan, kerja-kerja organisasi harus kongkrit dan harus menarik demarkasi yang jelas dimana letak keberpihakan GMNI.
60. DPC GMNI SAMARINDA
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban Presidium GMNI;
• Sebagai catatan kedepan, Presidium selalau memegang tegus asas persatuan, kooperatif dan akomodatif dalam menyikapi persoalan Korda dan DPC, Memanfaatkan akses teknologi untuk akses informasi kekinian.
61. DPC GMNI SANGIHE
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado dengan catatan :
a. Mengklarifikasi hutang saat pelaksanaan Kongres XIV di Manado;
b. Bentuk Presidium menganut kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan sangat didominasi oleh Ketua Presidium;
c. Merevisi LPJ khususnya pada laporan keuangan.
62. DPC GMNI SEMARANG
• Tidak berjalannya mekanisme pembagian kerja (job description), peran kolektif kolegial tidak dijalankan sehingga yang berkembang adalah job masing-masing (individu) yang dijadikan parameter keberhasilan dari program organisasi;
• SK No:94/Int/SK/Pres.GMNI/05 tentang Pemecatan Sementara kepada Bung Ahmad Suhawi dan Ade Reza Haryadi tidak mempunyai landasan yuridis mengacu pada AD/ART kita, SK tersebut adalah bentuk pelecehan terhadap AD/ART, atas hal tersebut maka Presidium harus melakukan rehabilitasi politik dan mencabut SK Pemecatan;
• Tidak terperinci dan transfaran mengenai keuangan organisasi, kami minta untuk ada laporan keuangan organisasi secara rinci, jika perlu minta dihadirkan Tim Auditor keuangan;
• Perlu dibentuknya pelembagaan konflik yang mengatur tentang manajemen konflik sehingga segala permasalahan tidak berlarut-larut dan mengganggu keutuhan organisasi;
• Perlu dibangunnya mekanisme kontrol oleh DPC terhadap penyelenggaraan organisasi ditingkat nasional;
• Mengecam keras sikap Presidium atas kevakuman organisasi, sehingga tidak adanya kontrol dan ketegasan mengenai aktifitas masing-masing anggota Presidium, sehingga mereka berjalan sendiri tanpa koordinasi;
• Menilai bahwa Presidium kurang massif dalam penyikapan-penyikapan persoalan kebangsaan;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
63. DPC GMNI SERANG
• Tidak berjalannya mekanisme kepresidiuman secara efektif, hal ini ditunjukkan dengan tidak berlangsungnya koordinasi sesama anggota Presidium;
• Tidak didapatinya proses pertanggungjawaban yang cukup ilmiah dan transfaran tentang laporan keuangan yang disampaikan oleh Presidium mengingat era keterbukaan menjadi keharusan pada setiap pertanggungjawaban bagi organisasi manapun, maka kami DPC GMNI Serang menuntut dilakukannya auditing yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara nyata dan apabila diperlukan harus menghadirkan Tim Auditor profesional;
• Membuat mekanisme kontrol dari DPC terhadap penyelenggaraan organisasi sehingga dapat diminimalisir potensi-potensi abuse of power yang dilakukan oleh oknum-oknum Presidium yang tidak memahami mekanisme organisasi (AD/ART);
• Menyikapi keputusan Presidium No : 94/int/SK/Pres.GMNI/X/05 tentang pemecatan sementara tidak sejalan dengan aturan sistem kepresidiuman yang menganut sistem kolektif kolegial, maka kami menuntut presidium untuk mengklarifikasi dan merehabilitasi nama kedua anggota Presidium yang menjadi korban kepentingan politik oknum-oknum Presidium yang tidak memahami AD/ART;
• Perlu ada pelembagaan konflik sehingga segala permasalahan organisasi tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara solutif;
• Menolak pemberian SK terhadap DPC-DPC yang tidak jelas aktifitas organisasinya;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado periode 2002-2005.
64. DPC GMNI SOLO/SURAKARTA
• Sejarah Persatuan GMNI tidak bisa dilepaskan dari sejarah Perpecahannya, patut kita mengambil pelajaran didalamnya untuk kedewasaan berorganisasi kedepan;
• Pemaham yang mendasar dan menyeluruh terhadap marhaenisme serta relevansinya dengan konteks kekinian, dan menurunkannya kedalam metode perjuangan GMNI sebagai organisasi gerakan;
• Presidium GMNI harusnya menjadi Top Leader yang senantiasa mengawal organisasi sampai ketingkat bawah (DPC), sehingga perjuangan GMNI searah dan massif;
• Harus ada penegasan tentang reposisi GMNI sebagai organisasi gerakan, karena GMNI adalah wadahnya kaum marhaenis dan perjuangannya adalah menyelamatkan kaum marhaen;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
65. DPC GMNI SUMEDANG
• Presidium tidak melaksanakan tertib administrasi;
• Dalam mengeluarkan kebijakan Presidium (Sekretaris Jenderal) bertindak sendiri tanpa melibatkan anggota Presidium yang lain;
• Dalam upaya penyelesaian dualisme di cabang-cabang, Presidium bertindak tidak adil tanpa memperhatikan sejarah pendirian GMNI di cabang yang bersangkutan;
• Presidium tidak menjalankan Silabus Kaderisasi hasil Kongres XIV Medan, khususnya melaksanakan KTM dan KTP;
• Adanya oknuk Presidium yang tidak memiliki etika organisasi yaitu dengan masuknya di salah satu Partai Politik;
• Mempertanyakan status keanggotaan Presidium setelah dikeluarkannya SK pemecatan dari cabang asalnya;
• Mekanisme Kongres yang berjalan sekarang ini adalah pengingkaran terhadap hasil-hasil Kongres XIV Medan;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
66. DPC GMNI SURABAYA
• Positioning GMNI tidak jelas, tidak berada ditengah-tengah massa Marhaen yang semakin akut;
• Kongres Persatuan harus dijadikan momentum penting dan bersejarah dalam penyelesaian konflik internal, mengikis habis kader pragmatis dan elitis;
• Presidium GMNI hasil Kongres XIV Medan telah gagal menjalankan konstitusi dan amanat-amanat kongres dan gagal dalam mengawal kepeloporan/radikalisasi gerakan organisasi;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI hasil Medan 2002-2005.
67. DPC GMNI TANAH KARO
• Tidak seriusnya Presidium dalam mengelola administrasi organisasi terbukti dengan lambannya informasi organisasi yang sampai ke cabang-cabang;
• Tidak seriusnya Presidium dalam mengelola keuangan organisasi, terbukti didalam LPJ tidak terperinci;
• Tidak konsistennya sebagian anggota Presidium dalam menjalankan tanggung jawab organisasi, yaitu Presdidium harus tinggal di Jakarta;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
68. DPC GMNI TAPANULI UTARA
• Kepemimpinan presidium adalah kolektif kolegial, bukan individual. Masing-masing punya tugas dan tanggungjawan yang sama;
• Perpecahan institusi mengaburkan hakikat perjuangan organisasi dan membuyarkan kekuatan GMNI sebagai basis kader yang progresif revolusioner;
• Moment persatuan adalah moment persatuannya kekuatan-kekuatan kaum marhaenis menjadi super power melawan kapitalis dan imperialis;
• Presidium kedepan harus membuat sistem kaderisasi yang optimal dan terdistribusi ketiap-tiap dpc;
• MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil kongres XIV Medan.
69. DPC GMNI TEGAL
• Perpecahan organisasi merupakan degradasi organisasi yang terendah buah dari ketidakfahaman marhaenisme secara massif;
• GMNI harus melakukan revolusi total terhadap organisasi dan ideologi dalam upaya Recovery our Movement;
• Terkait dengan keputusan mengenai pemecatan anggota presidium Bung Reza Haryadi dan Ahmad Suhawi agar dicabut;
• Memberikan penghargaan dan apresiasinya kepada Presidium hasil Kongres XIV Manado atas pengabdiannya selama ini, karena walau bagaimanapun kinerjanya selama ini merupakan sumbangsih yang tidak sia-sia;
• MENOLAK, Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dari Presidium gmni periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado, karena kami menilai kepemimpinan Presidium selama ini dipenuhi berbagai penyimpangan-penyimpangan yang itu semua merupakan pengkhianatan terhadap ideologi perjuangan.
70. DPC GMNI TONDANO
• Manajemen keuangan yang ada di Presidium tidak dikoordinasikan dengan baik;
• Pembagian tugas dan fungsi tata kerja Presidium tidak berada pada konsep yang jelas;
• Budaya hedonistik masih kental pada setiap fungsionaris Presidium GMNI.
• Pimpinan Nasional kedepan harus melakukan rekonsiliasi organisasi ditingkat cabang dan komisariat;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil kongres XIV Manado.
71. DPC GMNI TRENGGALEK
 Tidak terjalin komunikasi yang intens sesama anggota Presidium, sehingga pengaruh terhadap kinerja menjadi tidak maksimal
 Kurangnya kinerja Presidium kedaerah-daerah
 Lambat dalam dalam melakukan penyikapan atas munculnya kebijakan-kebijakan negara.
 Presidium hanya muncul disaat moment-moment nasional organisasi.
 MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2003-2005 hasil Kongres XIV Medan.
72. DPC GMNI TUAL
• Maknai kongres persatuan sebagai penyelesaian masalah tanpa menyisakan masalah lagi
• Presidium terpilih harus menyelesaikan masalah-masalah internal, karena dapat mengganggu stabilitas GMNI
• Struktur baru kongres persatuan harus mengedepankan moral dan inteletualitas figur.
• TIDAK MENOLAK Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil kongres XIV Manado.
73. DPC GMNI TUBAN
• Ketua Presidium kedepan harus memiliki intelektual yang tinggi, berwibawa, berpengaruh, capable, kredibel dan faham dalam memimpin dan management organisasi.
• Ketua Presidium dan anggota presidium kedepan bukan struktur presidium dari hasil Kongres Medan dan Manado.
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
74. DPC GMNI TULUNG AGUNG
• Konflik internal Presidium adalah sumber pokok permasalahan organisasi;
• Kelemahan dan kekurangan dalam AD/ART organisasi harus segera diselesaikan;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
75. DPC GMNI WAINGAPU
• Berterima kasih atas keberhasilan Presidium GMNI hasil Kongres XIV Manado Sulawesi Utara atas keberhasilannya mempersatuka GMNI;
• Merevitalisasi semangat perjuangan agar dapat menyatukan kita untuk kembali menjadi satu kesatuan yang utuh dan bukan lagi tetap menjadi dua yang tetap berbeda;
• Mendukung langkah Presidium dalam melakukan Pemecata Sementara melalui SK No:192/Int/Pres.GMNI/X/05, karena perbuatan dua Anggota Presidium GMNI tersebut merupakan tindakan indisipliner;
• Presidium berhasil melakukan konsolidasi dan kerjasama dengan FKPI, KPU, KNPI, LSM, DPR dan organisasi pergerakan lainnya;
• Satu kekurangan Presidium yaitu tidak turun ke bawah untuk melihat lebih dekat kondisi DPC-DPC se-Indonesia;
• Presidium kedepan harus tetap menjaga wibawa dan nama baik organisasi dengan memegang tegus Ikrar Prasetya GMNI;
• MENERIMA Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Presidium GMNI periode 2002-2005 hasil Kongres XIV Manado.
KETETAPAN KONGRES XV GMNI
No : 05 / TAP / Kongres XV / GMNI / 06
TENTANG
Pengesahan Pimpinan Sidang Komisi – Komisi
Menimbang :
a. Bahwa untuk membahas dan mengakselerasi organisasi, perangkat-perangkat keorganisasian, Garis-Garis Besar Program Nasional Organisasi dan rekomendasi-rekomendasi politik, perlu dilakukan secara khusus melalui Sidang-Sidang Komisi Kongres XV GMNI.
b. Bahwa untuk memimpin dan mengarahkan jalannya Sidang-Sidang Komisi dimaksud, perlu dipilih dan ditetapkannya Pimpinan Sidang Komisi-Komisi dari antara Cabang-Cabang peserta Kongres XV GMNI.
c. Bahwa Pimpinan Sidang Komisi-Komisi yang telah terpilih, perlu disahkan melalui Ketetapan Kongres.
Mengingat :
a. Pasal 13 Anggaran Dasar GMNI
b. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga GMNI
Memperhatikan:
a. Pemikiran, gagasan, usul dan saran peserta maupun peninjau Kongres dalam Pleno Pimilihan Pimpinan Sidang Komisi-Komisi.
b. Hasil Pemilihan Pimpinan Sidang Komisi-Komisi oleh peserta Kongres.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Pimpinan Sidang Komisi-Komisi
Pertama, Mengesahkan Pimpinan Sidang Komisi-Komisi Kongres XV GMNI.
Kedua, Pimpinan Sidang Komisi-Komisi yang dimaksud dalam Ketetapan ini adalah :
1. Komisi Organisasi
Ketua : .dari Ambon Oman ? ?
Sekretaris : Maruli Purba
2. Komisi Program
Ketua : Oka Mudarwata
Sekretaris : Carolus S

3. Komisi Politik
Ketua : Soleh
Sekretaris : Agus Happy F
Ketiga, Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Pangkal Pinang,
Tanggal : 01 Juli 2006
Jam : 03.40 WIB
Pimpinan Sidang PLENO
Ttd
Daud Sua Watubun
Ketua Ttd
Dian Ikhwan
Wakil Ketua Ttd
Wahyu Widodo
Sekretaris

Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh Presidium GMNI
Rendra Falentino
Sekretaris Jenderal

KETETAPAN KONGRES XV GMNI
NO : 06 / TAP / Kongres XV / GMNI / 06
TENTANG
Pengesahan Hasil Sidang Komisi Organisasi
Menimbang :
a. Bahwa untuk mencermati dan mendinamisasikan AD/ART organisasi serta segala perangkat keorganisasian lainnya, perlu dibahas secara khusus dalam Kongres melalui Sidang Komisi Organisasi.
b. Bahwa Hasil-Hasil Sidang Komisi Organisasi perlu disahkan melalui ketetapan Kongres.
Mengingat :
a. Pasal 13 Anggaran Dasar GMNI
b. Pasal 19 Anggaran Rumah Tangga GMNI
Memperhatikan:
a. Pemikiran, gagasan, usul dan saran dalam Sidang Komisi Organisasi Kongres XV GMNI.
b. Hasil-Hasil Sidang Komisi Organisasi Kongres XV GMNI.
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
Hasil –Hasil Sidang Komisi Organisasi
Pertama, Mengesahkan perubahan-perubahan dan penyempurnaan AD/ART organisasi, sebagai pedoman sekaligus spirit perjuangan organisasi.
Kedua, Mengesahkan mekanisme Pemilihan Presidium GMNI Periode 2006 – 2009.
Ketiga, Hasil – hasil Sidang Komisi Organisasi yang dimaksud dalam Ketetapan ini,
terlampir.
Keempat, Ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di : Pangkal Pinang,
Tanggal : 02 Juli 2006
Jam : 11.16 WIB
Pimpinan Sidang PLENO
Ttd
Daud Sua Watubun
Ketua Ttd
Dian Ikhwan
Wakil Ketua Ttd
Wakyu Widodo
Sekretaris

Disalin sesuai dengan aslinya
Oleh Presidium GMNI
Rendra Falentino
Sekretaris Jenderal

Advertisements

3 Comments

  1. MERDEKA !!!

  2. Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Urip tan keno ing pati.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Pirso tan keno kalingan.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Waskito tan keno alangan
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Murbo waseso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono teguh timbul rahayu
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono gesang lang ngagesang
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Purbo langgeng
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono lanange jagat
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono cahyo saskoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo mangkoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo braskoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Bagaskoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Rahayu Selamet
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KASIMATAN.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KANUGTAHAN.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KAWICAKSANAAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WUJUD KANG TETEP
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ROSO KANG SAMPURNO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WAHYU COKRONINGRAT
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WAHYU MAKUTHOROMO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KUOSO TUNGGAL JAGAD KARSO ROYO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono JASAD TUNGGAL ING SEGORO LANGIT
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono JASAD TUNGGAL ING GITI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono PANGERAN JAGAD BUMI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SIREP WIRANASONO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WAHYU LAMUKTEN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Gedonge sukmo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Pasebaning sukmo.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Nur sukmo Mulyo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Tali roso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Murub Cahyoneipun
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Rasul
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI RAJAH CAKRA
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BRAJAMUSTI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BANDUNG BONDOWOSO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBUR SAKHETI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI KANCING KONCI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI GELAP SAYUTO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBU SEKILAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AHI TEGUH A LOT PAYUNG ALLOH
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI PANCA SONA
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI PAYUNG ALLOH
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SAIFI ANGIN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ILMU KARANG
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ILMU KAMUKSAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SEMAR NANGIS
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono SELASIH IRENG
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono SEMAR KUNING Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Gedonge sukmo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Pasebaning sukmo.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Nur sukmo Mulyo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Tali roso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Murub Cahyoneipun
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Rasul
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI RAJAH CAKRA
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BRAJAMUSTI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BANDUNG BONDOWOSO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBUR SAKHETI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI KANCING KONCI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI GELAP SAYUTO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBU SEKILAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono PUKULAN ZULFOKAR
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI PANGARUTAN.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono PEMBUKA PINTU GHOIB
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SUKETKOLONJONO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WARAS KANG LANGGENG
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WUJUD KANG SUCI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BRAJAMUSTI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BANDUNG BONDOWOSO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBUR SAKHETI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI KANCING KONCI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI GELAP SAYUTO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBU SEKILAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono SRISADONO
    Alloh Ingsun Nanang Hariad iadi Gus Har pinaringono Pirso tan keno kalingan.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi i Gus Har pinaringono ILMU TEGUH BROJO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ILMU TEGUH JOYO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI TERANG GHOIB

    WAHAI PARA REKAN WARTAWAN AMALKAN DO” A AMANAH WALI ALLOH DIBAWA INI AGAR KALIAN SUKSES DAN SELAMAT :
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Urip tan keno ing pati.
    Alloh Ingsun Nanang Har Gus Har pinaringono Waskito tan keno alangan
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Murbo waseso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono teguh timbul rahayu
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono gesang lang ngagesang
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Purbo langgeng
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono lanange jagat
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono cahyo saskoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo mangkoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo braskoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Bagaskoro
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Rahayu Selamet
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KASIMATAN.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KANUGTAHAN.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KAWICAKSANAAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WUJUD KANG TETEP
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ROSO KANG SAMPURNO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WAHYU COKRONINGRAT
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WAHYU MAKUTHOROMO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono KUOSO TUNGGAL JAGAD KARSO ROYO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono JASAD TUNGGAL ING SEGORO LANGIT
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono JASAD TUNGGAL ING GITI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono PANGERAN JAGAD BUMI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SIREP WIRANASONO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WAHYU LAMUKTEN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Gedonge sukmo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Pasebaning sukmo.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Nur sukmo Mulyo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Tali roso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Murub Cahyoneipun
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Rasul
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI RAJAH CAKRA
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BRAJAMUSTI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BANDUNG BONDOWOSO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBUR SAKHETI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI KANCING KONCI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI GELAP SAYUTO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBU SEKILAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AHI TEGUH A LOT PAYUNG ALLOH
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI PANCA SONA
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI PAYUNG ALLOH
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SAIFI ANGIN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ILMU KARANG
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono ILMU KAMUKSAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SEMAR NANGIS
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono SELASIH IRENG
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono SEMAR KUNING Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Gedonge sukmo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Pasebaning sukmo.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Nur sukmo Mulyo
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Tali roso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Murub Cahyoneipun
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono Cahyo Rasul
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI RAJAH CAKRA
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BRAJAMUSTI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI BANDUNG BONDOWOSO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBUR SAKHETI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI KANCING KONCI
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI GELAP SAYUTO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI LEBU SEKILAN
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono PUKULAN ZULFOKAR
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI PANGARUTAN.
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono PEMBUKA PINTU GHOIB
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono AJI SUKETKOLONJONO
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WARAS KANG LANGGENG
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har pinaringono WUJUD KANG SUCI

    NANANG HARIA DI ARTINYA
    N= NITAHAKE
    A=ANGKOSO
    N=NUMUJU
    A=AMANAH
    N=NUGRAHING
    G= GURU
    H=HINGSUN
    A=ASALING
    R=ROSO
    I=IMAN
    D=DUMADI
    I=ISLAM
    ———————
    KALAU GUS HAR ARTINYA
    G= GUMANTIO
    U=URIP
    S=SESOTYANING
    H=HINGSUN
    A=ANANING
    R=ROSO

    Khasiat:
    -Doa ini digunakan untuk menarik rezeqi dari segala penjuru
    -Melariskan dagang dan usaha dari jalan yang tidak kita sangka2
    -Menundukkan rekan bisnis, pasangan,dll
    -Mengatasi masalah hutang piutang

    DARI SIDIQ WACONO
    RAJA KOMANDO BRIGADE UNTUK KEKUATAN INDONESIA (KOBUKI)
    JLN KENONGO PLAOSAN BLIMBING KOTA MALANG
    HP :085856142513

    Bismillahirrahmanirrahim
    Ya Allah Ya Hayyu Ya Qoyyum Ya `Azhim Ya Rabbal `alamin
    Qoyyumu yarzuqu may yasya-ul quwwah
    Ilahi anta maqshudi wa ridhoka mathlubi
    Wa ufawwidhu amri ilallah 13x

    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har Pirso kuoso
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har Teguh Timbul Rahayu
    Alloh Ingsun Nanang Hariadi Gus Har Urip 13 X

    La tudrikuhul abshoru wa huwa yudrikul abshoro wa huwal latiful khobir 13 x

    pengertian :
    NANANG HARIADI GUS HAR ADALAH :
    N= NITAHAKE
    A=ANGKOSO

    N=NUMUJU
    A=AMANAH
    N=NUGRAHING
    G= GURU
    H=HINGSUN
    A=ASALING
    R=ROSO
    I=IMAN
    D=DUMADI
    I=ISLAM
    ———————
    KALAU GUS HAR ARTINYA
    G= GUMANTIO
    U=URIP
    S=SESOTYANING
    H=HINGSUN
    A=ANANING
    R=ROSO

    DARI SIDIQ WACONO
    RAJA KOMANDO BRIGADE UNTUK KEKUATAN INDONESIA (KOBUKI)
    JLN KENONGO PLAOSAN BLIMBING KOTA MALANG
    HP :085856142513

  3. Perjuangan Belum selesai kawan-kawan Mari Terus Maju.
    GMNI Jaya!
    Marhaen Menang!
    Merdeka!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s