Lumpur Lapindo

 
 

 

Online » Nasional

Selasa, 10 April 2007 13:07:00 Presiden Akan Tindak Tegas
Lapindo Jika tak Penuhi Proses Ganti RugiJakarta–RoL– Presiden Susilo BambangYudhoyono menyatakan akan menindak tegas PT Lapindo Brantas jika tidak memenuhiproses ganti rugi bagi korban semburan lumpur di Sidoarjo sesuai denganketentuan yang ditetapkan dan pihak Lapindo juga harus berupaya menutup semburanlumpur.Hal itu diungkapkan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Dedy Rachmadi usai bertemu dengan Presiden Yudhoyono di Kantor Presiden Jakarta,Selasa.”Presiden berjanji akan menindak tegas Lapindo jika tidak memenuhi proses ganti rugi,” katanya.Dedy juga mengatakan, dalam pertemuan dengan Presiden itu, para mahasiswa meminta ketegasan kepada pemerintah agar penyelesaian semburanlumpur di Sidoarjo dapat tuntas sesuai dengan aturan yang ditetapkan. “Kita akan
melihat realisasinya,” kata Dedy Rachmadi.Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14/2007 tentang Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo yang ditandatangani Presiden Yudhoyono pada 8 april 2007 menyebutkan, PT Lapindo Brantas wajib membeli tanah dan bangunan masyarakat yang terkena luapan lumpur secara bertahap sesuai peta area tanggal 22 Maret 2007 dengan akta jual beli bukti kepemilikan tanah yang disahkan pemerintah. PT Lapindo juga dibebankan menanggung biaya penanggulangan semburan lumpur termasuk penanganan tanggul utama sampai ke Kali Porong.

GMNI bersama empat organisasi kemahasiswaan yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyampaikan kepada Presiden tentang rencana penyelenggaraan simposium nasional bertajuk “Pendidikan dan Ketenagakerjaan” yang akan diselenggarakan pada 12 April 2007 di Jakarta.Dialog konstruktif Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng yang mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut mengatakan, dialog yangterjadi antara Presiden dengan mahasiswa cukup berkembang dan konstruktif.Dialog tersebut antara lain mengenai kondisi ketenagakerjaan, lembaga pendidikanterkait Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), soal reformasi birokrasi,berbagai isu kenegaraan, kebijakan luar negeri, serta masalah kemiskinan. “Satu
hal yang juga penting, presiden sebagai ‘kakak’ bagi organisasi kemahasiswaan tersebut menjawab segala pertanyaan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa,” kata Andi. Andi juga menuturkan, dialog presiden dengan mahasiswa seperti itu merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelum masa reformasi. “Presiden juga
sempat merencanakan agar organisasi kemahasiswaan bila perlu dapat melakukan diskusi dengan jajaran menteri-menteri lainnya, sehingga diskusi bisa lebih mendalam dengan menteri-menteri terkait,” katanya. Sedangkan terkait simposium nasional Pendidikan dan Ketenagakerjaan, Ketua PB HMI Fajar Zulkarnain mengatakan, simposium tersebut akan membahas berbagai isu kenegaraan seperti sektor pendidikan, sektor riil, dan upaya pembukaan lapangan kerja. “Tetapi tidak tertutup juga kemungkinan dalam simposium itu pemerintah dapat menjawab kasus-kasus yang terjadi saat ini seperti kebijakan pemerintah mendukung resolusi PBB terhadap Iran, termasuk interpelasi soal dukungan pemerintah tersebut, penyelesaian lumpur Lapindo dan rencana presiden tentang IPDN,”katanya. Antara yto

Advertisements

1 Comment

  1. membela dan mengatasnakan gerakan kebangsaan merupakan roh yang tidak akan lekang.monhon doa restunya agar apa yang kita lakukan dalam meringankan beban warga korban lumpur lapindo mendapatkan ridho dari sang maha kuasa.
    akhmad kusairi staf humas BPLS


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s