Undangan Lokakarya Nasional

KERANGKA ACUAN

 

LOKA KARYA NASIONAL

“ Merumuskan Paradigma dan Strategi Advokasi

Mahasiswa untuk Reformasi Hukum Indonesia

Dasar pemikiran

Tegaknya hukum dalam sebuah Negara menjadi penanda keberadaban bangsa itu sendiri. Pengertian penegakan hukum yang dimaksud disini tentu mengandung makna upaya terciptanya keadilan. Indonesia sebagai bagian warga dunia pasca momentum perubahan sistem politik yang kerap dikenal sebagai reformasi, mau tidak mau mulai membenahi system hukumnya. Pasalnya pembenahan system politik dan ekonomi tanpa mengikutsertakan pembenahan system hukum tentu menjadi satu hal yang timpang.

Pembenahan system hokum tentu buka hanya berkutat pada tataran perubahan undang-undang semata. Perubahan system hokum menyangkut cara pandang, perkembangan obyektif masyarakat serta perubahan tata dunia. Hal ini tentu akan berkaitan dengan pola relasi yang akan dibangun baik antara masyarakat dengan Negara, masyarakt dengan masyarakat dan Negara dengan dunia internasional

Tuntutan akan adanya kepastian hukum sebagaimana diketahui, berhubugan erat dengan dimensi aktivitas ekonomi dan social masyarakat. Dimensi ekonomi tentu berkaitan dengan adanya kepastian hukum dalam kenyamanan berusaha. Karena tanpa dua hal tersebut aktivitas ekonomi sangat berpotensi untuk dikuasi oligarki tertentu sehingga hak dasar mencari nafkah warga tidak terlindungi. Kemudian dimensi social relasi antar warga Negara jika tidak diatur sedemikian rupa tentu akan menimbulkan banyak konflik yang berkembang di masyarakat

Dalam konteks ini reformasi hukum di Indonesia menemukan relevansinya. Bagi banyak kalangan banyak yang menilai salah satu dimensi penting bagian dari reformasi hukum di Indonesia adalah reformasi lembaga peradilan. Wajah lembaga peradilan kita sangat suram dihadapan public. Isu korupsi, suap dan rendahnya kredibilitas birokrasi lembaga peradilan menjadi persepsi umum yang melekat kuat di masyarakat. Lembaga peradilan yang diharapkan menjadi ujung tombak bagi reformasi hukum belum dapat membuktikan kinerjanya secara optimal.

Berlarutnya penyelesaian kasus-kasus besar, serta tidak dirasakan pemenuhan keadilan dalam penuntasan kasus yang berkaitan dengan kepentingan umum, menjadi catatan penting bagi upaya reformasi hukum yang sedang berjalan. Cara pandang chek and balances yang hanya berkutat pada eksekutif, legislative serta yudikatif nampakya memang harus ditinggalkan. Fungsi control dengan pendirian lembaga-lembaga independent idealnya haruslah diperkuat dengan peran control dari kampus sebagai bagian dari stakeholders reformasi hukum.

Mahasiswa sebagai bagian dari warga kampus, dalam konteks reformasi hukum seharusnya menjadi stakeholders strategis. Pasalnya selain reformasi hokum telah menjadi bagian dari agenda reformasi yang digulrikan mahasiswa, gagasan perubahan, jaringan kerja serta media komunikasi antar kampus juga relative telah terkonsilidir dengan baik. Upaya yang ditempuh dapat dilihat secara beragam dari mulai membuat draft konsepsi reformasi hokum hingga aksi menentang kasus-kasus korupsi. Gerakan yang telah menggelinding ini akan semakin berdaya desak kuat manakala terjadi transformasi antara stakeholder reformasi hokum Indonesia . Dari beberapa situasi diatas maka kami merasa perlu untuk memediasi agar transformasi itu berlangsung.

Nama kegiatan

Lokakarya Nasional

Tema kegiatan

“ Merumuskan Paradigma dan Strategi Advokasi

Mahasiswa untuk Reformasi Hukum Indonesia

Tujuan kegiatan

· Terumuskannya gagasan platform reformasi hukum perspektif mahasiswa Indonesia

· Terumuskannya gagasan strategi advokasi reformasi peradilan Indonesia

· Terbangunnya simpul jaringan advokasi reformasi peradilan Indonesia

 

Focus bahasan yang akan digali

  • Pemetaan gagasan reformasi hukum Indonesaia
  • Analisis kritis kebijakan reformasi hukum di Indonesia
  • Perkembangan respon masyarakat terhadap reformasi hokum Indonesia
  • Pengembangan strategi partisipasi masyarakat dalam proses reformasi hokum Indonesia

 

Out put kegiatan

  • Platform reformasi hukum perspektif mahasiswa Indonesia
  • Gagasan strategi advokasi reformasi Hukum Indonesia
  • simpul jaringan advokasi mahasiswa untuk reformasi Hukum Indonesia

 

Waktu dan tempat pelaksanaan

4-5 Desember 2007

Graha Remaja, Gelanggang Sumantri Bojonegoro

Jakarta Pusat

 

Narasumber Lokakarya

Keynote speaker

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia

Bpk. Andi Mattalata, S.H

 

Narasumber :

1. Busyro Muqoddas (ketua Komisi Yudisial Indonesia )

2. Pataniari Siahaan (anggota Komisi III DPR RI/balegnas )

3. Muchyar Yara, S.H (Praktisi Hukum)

4. Dedy Rachmadi (ketua Presidium GMNI)

 

Pelaksana kegiatan

Presidium GMNI

 

Peserta kegiatan

DPC GMNI Se Indonesia ( 1 orang utusan/ DPC)

 

Jadwal Kegiatan

 

Selasa, 4 Desember 2007

Registrasi peserta                                                          09.00-17.00 wib

Ishoma                                                                         17.00-19.00 wib

Briefing dan ramah tamah                                              19.00-22.00 wib

Istirahat                                                                        22.00-……….

 

Rabu, 5 Desember 2007

Breakfast                                                                      08.00-09.00 wib

Pembukaan                                                                  09.00-10.00 wib

Kuliah Umum “Reformasi Hukum Indonesia”     10.00-11.00 wib

Menteri Hukum dan HAM R.I

Bpk. Andi Mattalata, S.H

Penyampaian materi                                                      11.00-13.00 wib

1. Busyro Muqoddas (ketua Komisi Yudisial Indonesia )

2. Pataniari Siahaan (anggota Komisi III DPR RI/ baleg )

3. Muchyar Yara, S.H (Praktisi Hukum)

4. Dedy Rachmadi (ketua Presidium GMNI)

Ishoma                                                                         13.00-13.30 wib

Sidang Pleno                                                                13.30-17.00 wib

Penyampaian perumusan Loknas                                   17.00-17.30 wib

Persiapan pulang                                                           17.30-19.00 wib

Penutupan                                                                    19.00-20.00 wib

 

Info Pendaftaran

Deysi Maarisit 085240723

 

Advertisements

4 Comments

  1. Bung.
    apa tiap2 DPC dak di kirimi undangan?

  2. Merdeka Bung,
    ini kok GmnI makin kacau aja nich,
    amanat jangan dipermainkan bung,
    LokNas mesti ada klarifikasi
    kalo gak ada biar cabang aja yang Klarifikasi

    Fajrin
    Wakadiv Sospol DPC GMNI Kota Pontianak
    0561 7517713

  3. Gmni tdk kan pernah kaacau…………Tolong………Pengurus jangan seenaknya mempermainkan amanat………….Kader2 Gmni tidak seperti itu……………Gmni jaya……….

  4. Ada kelompok mahasiswa sering ketemu SBY? Itu mahasiswa tidak punya harga diri, kawan. Tapi kita memang banyak pekerjaan rumah. Kita harus kritisi dan kritis pula mengenai hal berikut ini. Susno Duadji, peniup peluit itu, tidak pernah mendapat penghargaan, malah diganjar hukuman penjara. Tapi Kakak Najwa, bukan peniup peluit tapi hanya mengaduk-ngaduk perasaan masyarakat dan mengompor ulung, justru diberi penghargaan. Enggak habis pikir gimana kakak wartawati ini, Najwa Shihab, yang enggak ada nyali sedikitpun, dan beraninya hanya membuat acara dari sudut sejarah saja, seperti dalam acara Mata Najwa, bukan segi-segi aktual dan signifikan untuk kepentingan rakyat Indonesia masa kini, bisa mendapat award. Tapi wajar, semua lulusan Barat enggak akan terlalu sulit memperoleh penghargaan seperti itu, sebab ikut mempromosikan kepentingan Barat, atau setidaknya diam terhadap kebergsekan, kemunafikan dan standar ganda Barat. Padahal orang-orang seperti Kakak Najwa enggak mungkin punya mata dan hati serta mengkritisi Barat, sebab dia bekerja di media pengeruk keuntungan juga, bukan media total independen atau dibiayai sebuah yayasan norlaba. Kakak Najwa juga disekolahkan gratisan tepatnya melalui beasiswa dari pemerintah pro barat, dalam hal ini pemerintah Australia. Kalau ada wartawati/wan Indonesia lulusan non-Barat, misalkan lulusan Rusia atau bahkan Korea Utara, lalu mampu mendapat penghargaan itu, baru kita akan salut. Itulah jurnalisme sejati, jurnalisme tanpa berpihak. jadi kita harus sadar hal itu, ini bukan berarti saya kekiri-kirian. Ini bukan soal kiri dan kanan, tapi soal jelas dan nyata adanya kepentingan Barat, yang menyelinap halus di bangsa ini melalui rezim-rezim sejak masa Soeharto, dan diteruskan rapi oleh SBY. Media tempat Kakak Najwa bekerja pun sangat bangga dan sangat ambil manfaat ini, untuk maksud-maksud ekspose, seperti saat membanggakan semu pada wartawati Andini Effendi yang dikirim ke Libia dan negara tetangganya, tanpa menghasilkan liputan-liputan besar, tapi hanya seolah dekat dengan mara bahaya, bom-bom berjatuhan, dan tersirat seakan dia “dekat nyaris kena bom”. Itu bukan berita. Lebih baik ambil dari kantor berita Tv-Tv Barat yang sangat rinci dan canggih dalam melihat kebenaran, dalam melihat siapa yang benar dan siapa yang jelas. Penguasa macam Khadafi justru diam-diam dibela oleh MetroTV, terlihat dari uraian-uraian MetroTV, hanya karena mungkin takut kurang membela umat Islam, itu sebuah blunder Metro TV. Itu semua hanya untuk gengsi-gengsian saja. Tidak ada yang bermakna, melihat kebenaran pun tidak mampu, samasekali.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s