Kecaman Penangkapan Kawan-kawan DPC GMNI Medan



Koalisi Mahasiswa Kecam Penahanan Sembilan Aktivis di Medan

Penulis: Wisnu MIOL

JAKARTA–MEDIA; Koalisi Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung menyesalkan sikap represif aparat yang menahan sembilan aktivis GMNI saat berunjuk rasa saat kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Medan, Rabu (19/12) lalu.

Ketua Presidium GMNI Deddy Rachmadi yang mewakili koalisi membacakan pernyataan sikap itu di Gedung GMNI Pusat, Jakarta Pusat, Jumat (21/12).

Menurut Deddy, dalam peristiwa itu aparat Poltabes Medan terlihat membiarkan bentrokan 40 anggota GMNI dengan massa yang mencoba menghalangi mereka berorasi saat melewati Jalan Raden Saleh, Medan.

Ia menjelaskan dalam bentrokan itu kelompok mahasiswa tersudutkan hingga ke Jalan Walikota. Setelah terjadi bentrokan dan mahasiswa tersudut, lanjutnya, aparat bahkan cenderung hanya mengamankan masa dari kelompok mahasiswa dan menahan sembilan aktivis mahasiswa.

“Padahal mahasiswa saat itu hanya mengaspirasikan hak menyampaikan pendapat yang diatur dalam konstitusi,” ungkap Deddy.

Sebelum aparat Poltabes Medan menahan kesembilan aktivis itu, jelas dia, mahasiswa tidak melakukan tindakan anarkis apapun.

“Mahasiswa hanya berorasi menyampaikan tuntutan kepada pemerintahan Presiden SBY agar menuntaskan kemiskinan, mewujudkan tatanan masyarakat adil dan makmur, serta peningkatan kesejahteraan buruh, nelayan, petani, dan kaum miskin kota,” jelasnya.

Ia menegaskan sikap aparat ini menunjukkan langkah mundur terhadap kebebasan berserikat, menyampaikan pendapat, dan berdemokrasi di Indonesia. Ditambahkannya, sudah tidak zamannya lagi aparat pemerintah menggunakan langkah-langkah represi dalam menyingkapi kritikan mahasiswa dan masyarakat.

“Negara gagal melindungi Hak Asasi warga negaranya. Sebuah sikap yang ironis karena terjadi pembiaran tindak kekerasan oleh aparat dari negara,” tandasnya.

Meski kesembilan aktivis itu kini telah dibebaskan Poltabes Medan, Deddy menyatakan kejadian ini sebagai alarm bangkitnya pola-pola represivitas ala orde baru di era reformasi sekarang ini.

“Seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat harus waspada. Kebangkitan rezim yang kembali cenderung makin reprsif ini harus dikontrol,” tegasnya. (NU/OL-06)

Advertisements

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s