MEMORANDUM AKHIR TAHUN

PRESIDIUM

GERAKAN MAHASISWA NASIONAL INDONESIA (GMNI)

SBY – JK Gagal Membangun Keadilan Sosial

Bagi Seluruh Rakyat Indonesia !!!

Jelang sepuluh tahun derap reformasi, nasib rakyat semakin tidak menentu arahnya. Di tahun ketiga masa kekuasaan rezim SBY-JK situasi sosial, ekonomi dan politik dirasakan semakin memberatkan sendi kehidupan rakyat. Tingginya tingkat pengangguran, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok serta semakin mahalnya biaya pendidikan menjadi indikator penting bahwa pemerintah sangat abai dalam melaksanakan amanat Pembukaan UUD 1945 bahwa tujuan pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Dalam hal ini pemerintahan SBY-JK gagal membuat pembangunan yang berkesinambungan. Karena dalam proses perubahan yang terjadi pembangunan ternyata hanya menghasilkan kerusakan lingkungan, baik lingkungan alam maupun lungkungan sosial. Negara lemah dalam menghambat nafsu besar para pemodal dalam “memperkosa” bumi pertiwi. Akibatnya kerusakan lingkungan sosial semakin menguak dimana terjadi jurang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. Situasinya semakin melebar dan menimbulkan permusuhan sosial.

Pemerintahan SBY-JK berparas sama dengan rezim orde baru. Dimana paradigma pembangunannya hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan serta mengabaikan makin melebarnya jurang perbedaan antara yang kaya dan yang miskin. Pembangunan yang dipisahkan dari tujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia itu, telah melahirkan dari tiga macam ketimpangan sekaligus, yaitu (1) Ketimpangan antar daerah, (2) Ketimpangan antar sektor, (3) Ketimpangan antar lapisan sosial. Silang sengkarut ketiga macam ketimpangan ini menjadi pemicu besarnya angka pengangguran dan jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Selain itu, mentalitas birokrasi selaku penyelenggara Negara belum banyak berubah. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang menjadi bagian dari watak dasar birokrasi ala orde baru telah mengakibatkan ekonomi biaya tinggi dan menjadi rintangan bagi kepercayaan berbagai pihak dalam membangun per-ekonomi-an yang berpihak pada rakyat. Inilah sebagian fakta sosial bahwa dibawah kepemimpinan SBY-JK belum membawa perubahan dalam lapangan ekonomi, politik dan kebudayaan. Berangkat dari situasi diatas, kami menilai : Pemerintahan SBY-JK Gagal dalam Membangun Keadilan Sosial Rakyat Indonesia!.

 

Dedy Rachmadi Rendra Falentino

Ketua Presidium Sekretaris Jenderal

Advertisements

2 Comments

  1. sby – jk = gagal 100%
    hanya gerakan revolusioner
    yang akan membawa Indonesia
    untuk menjadi lebih baik kedepan…

  2. Ini semua hanya soal eKonomi….!!
    ada yang tau pemecahannya g?
    kl ga bisa lebih baik kita menonnton saja!
    daripada menjadi generasi bajing-bajing loncat elit politik berikutnya!
    SAMPAH POLITIK!!
    gerakan politik di indonesia sekarang hanya tertuju pada perspektif pada perebutan kekuasaan untuk legitimasi kepentingan mereka,bukan pada efektivitas penggunaan kekuasaan itu!!

    GANYANG BAJING-BAJING ELIT POLITIK!!!!!!!!!!!
    GO TO HELL WITH U’R AID!!!!!


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s